Saturday , 25 November 2017
Home » Adat » Bangsa Ini Lupa Sejarah dan Leluhur

Bangsa Ini Lupa Sejarah dan Leluhur

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Sri Sultan Surya Alam Joyokusumo mengatakan dalam pertemuan nasional Lembaga Adat, Sultan dan Raja Nuswantara di Gedung Cawang Kencana semalam, Jumat (17/3/2017) akan digunakan sebagai batu loncatan awal untuk mengingatkan pemerintah pusat, betapa pentingnya sejarah leluhur digunakan sebagai landasan membangun pemerintahan, bangsa dan negara ke depan.

Foto: Proses penyerahan buku dan arsip dari Lembaga Adat, Sultan dan Raja Nuswantara kepada ANRI disaksikan oleh pihak Kementerian Dalam Negeri

“Tidak menunjukkan kebudayaan leluhur, akan cikal bakal leluhur kita, yaitu pancasila. Siapa yang menggali pancasila, siapa yang mendirikan (pancasila) waktu itu, beliau melupakan, khususnya adat dan budaya kita dilupakan,” kata pria yang merupakan Sultan Karaton Glagahwangi Dhimak, Demak Bintoro, Jawa Tengah tersebut kepada wartawan, Jumat (17/3/2017) malam.

Ia juga mengatakan berbagai konflik dan kerusakan yang terjadi pada bangsa Indonesia sejauh ini, karena banyak dari mereka baik pemerintah maupun rakyatnya sendiri sudah lupa pada jati dirinya. Dan agenda tersebut disampaikan Sultan Surya Alam untuk mengumpulkan seluruh raja-raja nusantara untuk kembali pada landasan para leluhur bangsa ini.

“Karena mereka lupa pada jati diri bangsa ini. Makanya kita para raja sepakat kembali ke jati diri bangsa Indonesia ini, yang kita sepakati menjadikan prasasti Cawang Kencana,” pungkasnya.

Lantas apa langkah selanjutnya setelah pertemuan nasional dan penandatanganan Prasasti Cawang Kencana tersebut. Pria yang mengaku memiliki nama kecil Raden Sumito Joyokusumo ini berencana akan menggelar silaturrahmi dan memberikan masukan kepada pemegang kekuasaan saat ini untuk bersama membenahi bangsa dan negara.

“Insya Allah setelah ini kita akan mengadakan silaturrahmi, audiensi kenegaraan, minimal memberikan masukan-masukan kepada pemimpin, kepada penyelenggara Republik ini supaya bagaimana kita (mencari) solusinya yang terbaik,” terangnya.

Bagi Sultan Surya Alam, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah suatu yang sangat penting dipertahankan, hal ini karena memang sudah menjadi kesepakatan seluruh raja di nusantara saat itu untuk mendirikan organisasi besar, yang diberi nama Indonesia.

“Bagi saya yang jelas NKRI harga mati, karena ini sudah disepakati oleh para raja, sultan seluruh nusantara waktu itu,” tegasnya.

Diketahui, dalam acara tersebut pula, dilakukan proses penyerahan buku dan arsip penting sebagai catatan kepada pemerintah pusat saat ini yang dilakukan oleh para Sultan dan Raja, yang dipimpin oleh Ketua Dewan Penasehat Lembaga Adat, Sultan dan Raja Nuswantara, Sinuhun Prabunoto XI.

“Kami persembahkan buku tersebut kepada Presiden, kepada Menkopolhukam, kepada Kapolri. Saya yang bertanggung jawab karena saya yang membuat buku itu,” kata Sinuhun Prabunoto XI saat menyerahkan buku tersebut kepada pemerintah melalui Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Dan untuk para tamu undangan, bukan hanya Sultan dan Raja dari seluruh Indonesia saja yang hadir. Perwakilan dari Kerajaan Malaka Malaysia, Kerajaan China juga hadir dalam acara tersebut.

Hisar/Mib

Check Also

PANGLIMA TNI: SAMPAI KAPANPUN TNI TIDAK PERNAH MELUPAKAN PARA PEJUANG DAN SENIOR

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – “Kami ingin jiwa dan semangat luhur yang melekat pada TNI dapat terus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *