Home Berita Terbaru DENDY FINSA: SEGALA BENTUK PAHAM RADIKALISME WAJIB DILAPORKAN

DENDY FINSA: SEGALA BENTUK PAHAM RADIKALISME WAJIB DILAPORKAN

19
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Ada yang menarik di kegiatan Gelar Tikar  dan Tadarus Budaya yang diselenggarakan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama ( PCNU)  Jakarta Utara, Sabtu (9/6).

Ada beberapa peserta kegiatan menyampaikan pertanyaan kritis dan menggelitik, bagaimana jika ada oknum abdi negara, ASN dan Guru di sekolah yang justeru mengajarkan sikap fanatik dan radikal?

Pertanyaan itu disampaikan oleh Budi Kurniawan , Ketua Lembaga Seni dan Budaya Nahdlatul Ulama ( LESBUMI)  Jakarta Utara memaparkan materinya. Dalam pertanyaanya, Budi menjelaskan kepada para nasumber,  bagiamana caranya untuk menjauhi sikap radikal, khususnya dalam beragama dan hidup bermasyarakat.

“Contoh kasus, bagaimana jika ada oknum pejabat, pegawai atau guru di sekolah yang mengajarkan kami bersikap fanatik dan radikal?” tanyanta.

Selepas satu peserta lain menyampaikan pertanyaan, Dendy Zuhairil Finsa menyampaikan jawaban dan memilih menjawab pertanyaan dari Ketua Lesbumi terlebih dahulu.

“Ini pertanyaan menarik, saya jawab dulu. Satu jawaban saya tegas, sampaikan masalah itu kepada pimpinan mereka bertugas. Jika fanatik dan radikal yang disampaikan tidak menyimpang dari Pancasila tidak masalah, tapi jika menyimpang itu kesalahan besar dan kalian bisa melaporkan keatasnya atau pihak yang berwajib,” Jawab sekertaris PW Ansor DKI Jakarta.

Dendy menambahkan, masyarkat juga harus memiliki sikap kritis terhadap hal-hal menyimpang di lingkungan baik wilayah, sekolah, kampus dan tempat bekerja.

“Bagaimana jika ada oknum Aparatur Sipil Negara (ASN)  ternyata juga radikal, laporkan Menteri,  Gubernur, Walikota dan Bupatinya. Sampaikan persoalan itu, dan minta dibantu untuk menyampaikannya ke pihak terkait,” tegasnya.

Di akhir jawabanya Dendy menegaskan Pancasila merupakan harga mati untuk dijadikan dasar Negara. Apa yang dikandung Pancasila sudah mengakomodir kepentingan agama-agama yang ada di Indonesia, sehingga tidak seharusnya dipertentangkan. “Sikap fanatik, radikal, cenderung menyalahkan ajaran agama orang lain tidak sesuai dengan ajaran Pancasila,” tutupnya.

Reporter: Banu Alkaf /Akmal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here