Friday , 22 June 2018
Home » Berita Terbaru » DIDUGA MEMBANTU DPO DAN MENJADI BEKING LAHAN SENGKETA, OKNUM ANGGOTA POLISI DITANGKAP TIM GABUNGAN TNI/POLRI
Operasi Gabungan TNI Polri berhasil menangkap seorang oknum polisi di cakung, Jakarta Timur hari rabu 13 Juni 2018 sekitar pukul 11.30 WIB

DIDUGA MEMBANTU DPO DAN MENJADI BEKING LAHAN SENGKETA, OKNUM ANGGOTA POLISI DITANGKAP TIM GABUNGAN TNI/POLRI

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Diduga membantu Daftar Pencarian Orang (DPO) dari pelariannya agar lolos dari sergapan Polisi serta menjadi beking lahan tanah sengketa Oknum anggota polisi Brigadir Murtopo anggota polsek cilincing diciduk Operasi gabungan TNI-POLRI (Rabu, 13 Juni 2018).

Operasi gabungan yang dipimpin Wakapolsek Cakung dan didampingi Kepala Staf Sub Garnisun 0505/ Jakarta Timur (Kasubgar 0505/JT)  Mayor Sus Bikner Marbun, SH, MH telah berhasil menangkap oknum polisi yang selama ini menjadi beking lahan sengketa dan membantu DPO agar slalu lolos dari sergapan aparat kepolisian, Operasi Gabungan TNI-POLRI ini digelar karena adanya laporan dari masyarakat yang dugaan melibatkan oknum TNI dan Polri yang membekingi lahan tanah sengketa keluarga Almarhum H. Ismayadi.

Oknum polisi yang menjadi beking DPO dan lahan sengketa (tengah) tersangka Ade Aryudi DPO polres Jakarta Timur (jaket hitam)

Dari hasil keterangan di Polsek Cakung rupanya benar terdapat oknum polisi yang seharusnya bertugas di Polsek Cilincing Jakarta Utara namun malah  bertugas menjaga lahan sengketa di wilayah Polsek Cakung Jakarta Timur yang bukan merupakan wilayah tugasnya, mirisnya hal tersebut dilakukan oleh Brigadir Murtopo atas perintah Ade Aryudi yang merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Jakarta Timur dalam perkara pemalsuan dokumen data autentik.

Menurut pengakuan tersangka untuk mengelabuhi petugas.“Saya disini sedang bertugas untuk menangkap TO Pak ,dan saya membawa surat tugas dari atasan saya di polsek cilincing,” Ujarnya kepada Tim Gabungan TNI-POLRI yang datang ke lokasi, Setelah diperiksa ternyata surat tugas tersebut sudah kedaluarsa,yang lebih parahnya lagi oknum polisi tersebut membawa senjata api jenis FN kaliber 22 yang merupakan senjata organik milik TNI, blakangan diketahui senjata tersebut sering dipakai untuk mengancam dan menakut nakuti orang orang yang masuk ke lokasi tanah sengketa tersebut, Murtopo juga mengancam wartawan yang hendak meliput di lokasi lahan tanah sengketa tersebut.

Saat di konfirmasi awak media,Kasi Propam Polres Jakarta Utara AKP Gampang membenarkan kejadian tersebut,”Hal ini merupakan masalah dalam internal kami, dan kita akan tindaklanjuti kasus ini secara serius, nanti akan kita masukkan ke dalam sel khusus dan saya gundulin kepalanya,”Ujar AKP Gampang kepada para awak media.

Senjata organik milik TNI yang digunakan oleh Murtopo

Kepala Staff Sub Garnisun 0505 Jakarta Timur Mayor Sus. Bikner Marbun SH., MH. sangat mengapresiasi kegiatan operasi gabungan TNI-POLRI semacam ini,Sinergitas yang positif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat tidak bisa berdiri sendiri sendiri, untuk itu TNI-POLRI akan terus bekerja sama membangun sinergi yang positif,Upaya upaya semacam ini akan lebih meningkatkan soliditas kedua institusi ini,Dan terkait penemuan senjata api milik TNI yang digunakan oleh oknum polisi yang kami tangkap harus terus diusut,Karena senjata api milik TNI yang digunakan oleh seorang oknum polisi menjadi petunjuk dugaan kuat adanya keterlibatan anggota TNI,”Pungkasnya.

Reporter : TIM PWRI

Check Also

DANREM 032/WIRABRAJA PIMPIN SERTIJAB DANDIM 0308/PARIAMAN.

PARIAMAN, MEDIATRANSPARANCY.COM – Mutasi jabatan dalam lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) merupakan suatu hal yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *