Sunday , 22 July 2018
Home » News » Indonesia Tuan Rumah Forum Pertukaran Pembelajaran Internasional Sanitasi Sekolah Tahun 2016
Foto: Kemendikbud, Hamid Muhammad, MSc, PhD mewakili Mendikbud, Muhadjir Effendy membuka Forum pertemuan pembelajaran internasional sanitasi sekolah tahun 2016 di Plaza Insan Berprestasi, gedung Kemendikbud, Senayan

Indonesia Tuan Rumah Forum Pertukaran Pembelajaran Internasional Sanitasi Sekolah Tahun 2016

JAKARTA, Mediatransparancy.com – Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen), Kemendikbud, Hamid Muhammad, MSc, PhD mewakili Mendikbud, Muhadjir Effendy membuka Forum pertemuan pembelajaran internasional sanitasi sekolah tahun 2016 di Plaza Insan Berprestasi, gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (14/11/16).

Dalam sambutannya, Dirjen Dikdasmen, Kemendikbud, Hamid Muhammad mengatakan, bahwa penyediaan akses air yang aman dan fasilitas jamban yang layak serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat merupakan bagian dari hak anak yang harus dipenuhi oleh semua pihak.

Menurut Hamid, pemenuhan hak anak untuk belajar di lingkungan sekolah yang sehat dan nyaman secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi kualitas kesehatan dan pendidikan anak.

Selain itu, kata Hamid, anak-anak juga berpotensi menjadi agen perubahan dilingkungannya, apabila disekolah dibiasakan hidup bersih dan sehat.

“Penelitian yang dilakukan oleh UNICEF Indonesia tahun 2016 menyebutkan bahwa anak-anak yang disekolahnya terbiasa mencuci tangan dengan sabun dapat menjadi agen perubahan perilaku hidup bersih dan sehat ditingkat keluarga dan masyarakat,” kata Hamid.

Sayangnya, kata Hamid, isu sanitasi sekolah belum merupakan prioritas bagi para pemangku kebijakan, contohnya, data terbaru Kementerian Kesehatan, hanya 12% anak usia .antara 5 dan 14 tahun dengan mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar, sedangkan sebelum makan cuci tangan pakai sabun 14% dan 35% mencuci tangan pakai sabun setelah makan.

Menurut Hamid, rendahnya akses pada air yang aman, sanitasi dan periku hidup bersih dan sehat di sekolah tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga menjadi masalah utama di banyak negara berkembang di Asia dan Pasifik.

Selain itu, lanjut Hamid, jangkauan pelayanan yang tidak merata dan laju pembangunan yang lambat menjadi isu yang perlu mendapatkan perhatian bagi semua pemangku kepentingan.

Dirjen Dikdasmen menyampaikan komitmen dan memastikan tercapainya target Sustainable Development Goals (SDG) dibidang sanitasi sekolah sebelum tahun 2030.

“Semua sekolah harus memiliki akses pada air yang aman, sarana jamban sekolah yang terpisah, terpelihara dengan baik dan berfungsi, serta fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan tersedia sabun,” tambahnya.

Direktur Pembinaan SD, Ditjen Dikdasmen, Wowon Widaryat menyampaikan, kegiatan berlangsung dari tanggal 14-18 November 2016 dengan jumlah peserta 200 orang baik dari Indonesia maupun luar negeri sebanyak 18 negara.

Menurut Wowon, melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik) tahun 2016 bahwa rata-rata rasio jamban sekolah di Indonesia adalah 1 unit jamban sekolah untuk 90 murid dan kondisi fasilitas sanitasi di sekolah dasar (SD) yang ada hanya satu dari 4 sekolah SD dilaporkan kondisi baik.

“Hanya 65% SD di Indonesia memiliki jamban sekolah terpisah untuk lak-laki dan perempuan. Padahal, Permendinas No 24 tahun 2007 mensyaratkan rasio 1 jamban untuk 60 murid laki-laki dan 1 jamban untuk 50 murid perempuan,” kata Wowon.

Sementara itu, Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Gunilla Olsson mengatakan, pihaknya sangat menghargai pemerintah Indonesia yang telah berkomitmen pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang sehat untuk anak-anak du Indonesia.

“Salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan akan memonitor apakah semua anak-anak di Indonesia mendapatkan akses pada lingkungan belajar yang sehat dan aman, termasuk akses pada air, sanitasi dan perilaku hidup bersih dan sehat,” kata Gunilla.

18 negara selain Indonesia yang hadir pada pertemuan tersebut adalah Filipina, India, Sri Langka, Laos, Bangladesh, Kamboja, Nepal, Afghanistan, Kiribati, Myanmar, Bhutan, China, Papua Nugini, Timor Leste, dan Pakistan.

Penulis: Benz
Editor: Hisar Sihotang

Check Also

KAPOLRES METRO BEKASI KOTA : INFORMASIKAN KEPADA POLISI JIKA ADA INDIKASI KEGIATAN RADIKAL DAN TERORISME

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Terorisme (Tindakan dan Kegiatannya-red) adalah musuh bersama. Kejam dan sadis. Mari …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *