Home Berita Terbaru KEMENDIKBUD: HASIL UN SMP SEMAKIN RELIABEL

KEMENDIKBUD: HASIL UN SMP SEMAKIN RELIABEL

67
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Hasil Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Pertama(SMP)/sederajat tahun 2018 telah diserahkan oleh Kemendikbud kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada tanggal 22 Mei 2018. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Totok Suprayitno mengungkapkan, bahwa hasil UN semakin reliabel dan dapat menjadi alat deteksi awal adanya kelemahan di dalam suatu sistem pembelajaran.

“Meningkatnya reliabilitas hasil UN adalah akibat keberhasilan meminimalkan distorsi yang disebabkan oleh praktik-praktik kecurangan dalam ujian,” kata Totok dalam taklimat media hasil UN SMP tahun 2018 yang digelar di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (28/5/2018) siang ini.

Sekolah dengan Indeks Integritas rendah di tahun 2017, ketika beralih ke moda komputer (UNBK) di tahun 2018, nilainya terkoreksi 28,01 poin. Sedangkan sekolah penyelenggara UNBK selama dua tahun, mengalami kenaikan sebesar 0,33 poin.

“Maka UN bukan hanya sebagai alat pemetaan, tetapi lebih kepada alat diagnosa untuk merekomendasikan upaya perbaikan kualitas proses belajar,” kata Kabalitbang.

Dirjen Dikdasmen, Hamid Muhammad yang juga Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan mengatakan, bahwa perbaikan proses belajar tidak bisa dilakukan secara seragam. Pelatihan guru perlu mengakomodir ragam kebutuhan tiap satuan pendidikan dan salah satunya berdasarkan hsil analis ujian nasional.

“Pelatihan guru yang seragam tidak akan efektif memperbaiki permasalahan yang beragam di masing-masing sekolah,” kata Hamid.

Diwaktu mendatang, Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), lanjut Hamid, dapat lebih optimal dalam merancang model  dan melaksanakan pelatihan yang relevan dengan kebutuhan. Dinas Pendidikan perlu mendorong dan memfasilitasi tumbuh kembangnya atmosfer profesional di setiap MGMP dan Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) agar dapat menjadi wahana peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan.

Adapun jumlah siswa peserta UNBK SMP tahun 2018 melonjak tajam dibandingkan tahun 2017. Sebanyak 1.977.027 (61,36%) peserta, sebelumnya hanya 1.136.739 (36,05%) peserta. Sementara itu, jumlah siswa peserta ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) SMP menurun tajam dari 2.016.443 (63,95%) peserta di tahun 2017 menjadi 1.244.880 (38,64%) peserta di tahun 2018.

Sementara itu, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP), Bambang Suryadi mengatakan, bahwa penyelenggaraan UN tingkat SMP tahun 2018 ini berjalan baik dan lancar sesuai dengan SOP yang ditetapkan. “Dari pemantauan UN baik UNBK maupun UNKP telah berjalan baik, manajemen waktu juga berjalan maksimal,” kata Bambang.

Bambang mengatakan, pihaknya mengapresiasi praktik gotong-royong dan berbagi sumber dalam pelaksanaan UNBK tahun 2018. Peningkatan jumlah peserta UNBK merupakan bentuk konkret dukungan pemerintah daerah dan kerja sama yang  baik dengan berbagai pemangku kepentingan.

HASIL UN PENDIDIKAN KESETARAAN

Tahun 2018 ini sebanyak 327,243 (97%) peserta UN dari pendidikan kesetaraan melaksanakan UNBK, dengan sebanyak 9.617 lembaga pendidikan kesetaraan. Terdapat 11 Provinsi yang 100 persen menyelenggarakan moda UNBK Paket B dan Paket C yakni Jawa Timur, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Aceh, dan Sulawesi Barat.

“Kami apresiasi dukungan dari sekolah formal dan masyarakat sehingga pendidikan kesetaraan tahun ini dapat  menyelenggarakan UNBK sebanyak 97 persen,” kata Dirjen Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat (PAUD dan Dikmas), Harris Iskandar.

(Ebenezer Sihotang)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here