Wednesday , 17 January 2018
Home » Berita Terbaru » KEMENKO PMK DORONG MASYARAKAT TERAPKAN GERMAS UNTUK CEGAH PENYAKIT KATASTROPIK

KEMENKO PMK DORONG MASYARAKAT TERAPKAN GERMAS UNTUK CEGAH PENYAKIT KATASTROPIK

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Gaya hidup yang tidak sehat seperti kurang berolah raga, mengkonsumsi makanan tidak sehat, merokok, dan mengkonsumsi minuman keras menjadi sumber utama terus meningkatnya angka penyakit katastropik di Indonesia.

Untuk itu, Kemenko PMK mendorong masyarakat untuk dapat menerapkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) sehingga dapat terhindar dari penyakit katastropis. “Karena itu Germas membawa tiga misi penting yakni aktivitas fisik, makan buah-buahan dan sayuran, serta cek kesehatan,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesehatan Kemenko PMK Sigit Priohutomo. Lebih lanjut, Sigit menjelaskan, Germas perlu digalakkan di tengah mayoritas masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang tak gemar berolah raga dan kurang peduli dengan kesehatan itu. “Umumnya, orang barumelakukanceksetelahsakit” tambahSigit.

Germas yang mendorong hidup sehat dengan konsumsi makanan bergizi, melakukan olah fisik dan menjaga kebersihan lingkungan, bisa menyumbang kesehatan sebesar 30 persen. Namun, penyumbang kesehatan terbesar 70 persen adalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masyarakat sendiri, seperti cuci tangan, pakai sabun sebelum dan sesudah makan, gosok gigi, tidak merokok, dan perilaku untuk tidak buang air sembarangan.

Kemenko PMK, menuru tSigit, menargetkan pada tahun 2017 ini, seluruh kementerian, lembaga, dan pemerintahan provinsi, dengan segala elemennya, telah mempraktekkan GERMAS. Gerakan ini tidak menuntut banyak. Selain makan sayur dan buah, mengecek kesehatan, Germas juga menyerankan olah raga ringan berupa peragangan otot setiap jam 10 pagi dan jam 3 sore, masing-masing selama lima menit. (ES265)

Check Also

WALIKOTA  JADI NARASUMBER SEMINAR IPDN DI JAMBI  

KOTA JAMBI, MEDIATRANSPARANCY.COM– Program inovasi unggulan Walikota Jambi yang telah mendunia, “Bangkit Berdaya” dan “Kampung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *