Home Berita Terbaru KETUA LEADHAM INTERNASIONAL : DUGAAN STATUS DPO HANYA AKAL-AKALAN PENYIDIK

KETUA LEADHAM INTERNASIONAL : DUGAAN STATUS DPO HANYA AKAL-AKALAN PENYIDIK

119
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Harus ditegaskan serta meluruskan terkait dengan klien kami bahwa laporan Polres Metro Jakarta Timur (Jaktim) saat Pra Peradilan sudah dimenangkan oleh pihak Polres terhadap lawan dari klien kami Iwan Kurniawann yaitu tersangka dan telah menjadi DPO, Ade Aryudi, SE.

Demikian yang dikatakan ketua Dewan Pengurus Wilayah Lembaga Advokasi Hak Azasi Manusia (DPW LEADHAM) Jawa Tengah, Dr (H.C), Ir.Rismauli D. Sihotang saat mengelar konferensi pers di kantor DPW Leadham gedung Cawang Kencana, Jalan Mayjen Sutoyo Kav.22, Cawang Kramatjati, Kota Jakarta Timur pada, Jum’at (11/5/2018) petang.

Risma dalam kesempatan ini didampingi Ulrikus Ladja, SH, selaku Kabiro Advokasi Ledham yang juga merupakan sebagai kuasa Hukum dari Iwan Kurniawan.

Seperti diketahui dalam proses perkembangan kasus Penyelidikan Polres Jaktim Unit Harda, SP2HP bahwa tersangka Ade Aryudi telah dinyatakan masuk sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO), namun status DPO diduga hanya akal-akalan penyidik seperti untuk menyenangkan pihak korban (pelapor).

Dalam penuturannya Risma mengatakan bahwa dalam proses perkembangan selanjutnya telah terjadi tindakan tidak patut yang dilakukan oknum anggota Kepolisian dengan tidak melakukan penangkapan terhadap DPO Ade Aryudi walaupun telah ‘didepan mata’.

“Kami team kuasa hukum Iwan menerima SP2HP dari polres yang menyatakan telah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Ade Aryudi, SE guna mencari keberadaan Ade Aryudi tersebut. Ironisnya, walaupun sudah terdeteksi malah terjadi pembiaran,” tuturnya.

“Dan SP2HP dari Polres JakTim pelimpahan berkas sudah dilakukan tahap pertama ke Kejaksaan Jak-Tim dan SOP Polres itu tentunya sudah benar secara prosedural,” ungkap Risma.

Pihak oknum penyidik Polres Metro Jaktim terindikasi seperti kesulitan dalam proses penangkapan Ade Aryudi, SE mungkin harus ada supervisi dalam hal ini. Maka sebagai hak seseorang selaku warga negara, kemudian sudah menjadi kewajiban penyidik, kewajiban polisi sebagai pelayan, pengayom dan pelindung masyarakat untuk menindaklanjuti secara cepat dan tepat.

Tujuannya agar supaya tidak ada lagi orang-orang maupun kelompok yang tak bertanggung jawab kemudian melakukan tindakan-tindakan yang melanggar hukum. Serta Pelayanan yang sesuai Promoter Kapolri  terhadap warga masyarakat serta siapapun di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Reporter : Ach Zark
Editor : Hisar S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here