Saturday , 16 December 2017
Home » Berita Terbaru » MENKO PMK: KETAHANAN KELUARGA KUNCI MENCEGAH RADIKALISME

MENKO PMK: KETAHANAN KELUARGA KUNCI MENCEGAH RADIKALISME

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Keluarga menjadi wahana pertama dan utama dalam pembangunan karakter bangsa. Pembentukan perilaku yang berbudi pekerti, memiliki semangat pantang menyerah, dan berjiwa gotong royong, dimulai dari keluarga.

Demikian dikatakan Menko PMK Puan Maharani di Kanyor Kemenko PMK, Jakarta, Rabu (6/12/2017).

Menurutnya, keluarga harus dapat menjadi tempat yang nyaman bagi seluruh anggota keluarga untuk saling memberikan kasih sayang, memperhatikan, membina, dan membantu.  Keluarga perlu memiliki landasan yang memadai secara agama, sosial, budaya, dan ekokomi agar dapat optimal menjalankan perannya.

Menko PMK berharap pentingnya membangun keluarga untuk mencegah pemahaman radikal terhadap ajaran agama. Ketahanan keluarga bagaimanapun mampu mengikis radikalisme.

Menko PMK berharap kepada setiap orangtua Indonesia agar mau meluangkan waktu untuk anaknya. Meluangkan waktu bisa dilakukan dengan bercengkrama di ruang keluarga atau di meja makan sehingga keluarga akan bersifat dinamis. “Termasuk dengan melakukan bonding atau bersentuhan langsung dengan anak. Dengan begitu akan ada ikatan langsung antara orangtua dan anak,” ujarnya.

Meski begitu, sebutnya, membangun keluarga merupakan tanggung jawab bersama, pemerintah, masyarakat, dan keluarga.

Pemerintah misalnya telah menggelontorkan dana desa dan program kesejahteraan lainnya yang secara langsung akan mempengaruhi pembangunan ketahanan keluarga.

“Pemerintah melalui berbagai program perlindungan sosial terus memastikan bahwa keluarga-keluarga yang tidak mampu dapat memiliki kehidupan yang layak dan mendapatkan pelayanan pendidikan (KIP), pelayanan kesehatan (KIS), bantuan pangan (Rastra), pelayanan kesehatan ibu dan anak (PMT) serta pemberdayaan (PKH), agar dapat memiliki landasan yang memadai dalam menjalankan fungsi keluarga,” ujarnya.

Menko PMK mengajak semua pihak untuk mengambil peran penting dan gotong royong dalam memperkuat pendidikan karakter berlandaskan Pancasila, baik itu melalui jalur formal (sekolah), non formal (lembaga kursus), maupun informal (pendidikan keluarga, masyarakat, dan sebagainya).

Diakuinya dalam berbagai kesempatan, Presiden kerap memberikan quiz berhadiah sepeda yang pertanyaannya kerap terkait Pancasila. Hal itu juga sering dilakukan Menko PMK dalam berbagai kesempatan. Dengan begitu dapat diketahui sejauh mana masyarakat mengerti, menghayati dan mengamalkan Pancasila. (ES265)

Check Also

KEMENKO PMK: PENUHI HAK-HAK PENYANDANG DISABILITAS DAN LANSIA DI SEGALA ASPEK KEHIDUPAN

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terus mengupayakan agar hak-hak …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *