Home Berita Terbaru MURWATI LIDIANTO LIE, ADAKAN DISKUSI KEBANGSAAN MENANGKAL HOAX DI TAHUN POLITIK

MURWATI LIDIANTO LIE, ADAKAN DISKUSI KEBANGSAAN MENANGKAL HOAX DI TAHUN POLITIK

7
0

BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Akhir-akhir ini di dunia maya banyak bermunculan informasi dan berita palsu atau lebih dikenal istilah Hoax yang di kirim oleh sejumlah oknum yang tidak berangungjawab,Jika tidak ada kehati-hatian, netizen pun dengan mudah termakan Hoax tersebut bahkan ikut  menyebarkan informasi palsu itu.

Hal tersebut tentunya akan sangat merugikan bagi pihak korban fitnah,lalu bagaimana caranya agar tidak terhasut ?
Cermati Darimana brerita berasal dan darimana sumbernya.? Ujar Murwati Lidianto Lie SE dalam diskusi kebagsaan yang berlangsung di Mega Office Park Blok OP 2 No.5, LT 3  Senin 11 Juni 2018 Kota Harapan Indah Bekasi Jawa Barat.

Di era teknologi digital, bukan hanya konten berupa teks yang bisa dimanipulasi, melainkan juga konten lain berupa foto atau video,Ada kalanya pembuat berita palsu juga mengedit foto untuk memprovokasi pembaca.

Cara untuk mengecek keaslian foto bisa dengan memanfaatkan mesin pencari Google, yakni dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian Google Images. Hasil pencarian akan menyajikan gambar-gambar serupa yang terdapat di internet sehingga bisa dibandingkan.

Di Facebook terdapat sejumlah fanpage dan grup diskusi anti hoax, misalnya Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci.

Di grup-grup diskusi ini, netizen bisa ikut bertanya apakah suatu informasi merupakan hoax atau bukan, sekaligus melihat klarifikasi yang sudah diberikan oleh orang lain. Semua anggota bisa ikut berkontribusi sehingga grup berfungsi layaknya crowdsourcing yang memanfaatkan tenaga banyak orang.

Apabila menjumpai informasi hoax, bagaimana cara mencegahnya supaya tidak merugikan orang banyak? Pengguna internet bisa melaporkan hoax tersebut melalui sarana yang tersedia di masing-masing media.

Untuk Facebook, gunakan fitur Report Status dan kategorikan informasi hoax sebagai hatespeech/harrasment/rude/threatening, atau kategori lain yang sesuai. Jika ada banyak aduan dari netizen, biasanya Facebook akan menghapus status tersebut.

Untuk Google, bisa menggunakan fitur feedback untuk melaporkan situs dari hasil pencarian apabila mengandung informasi palsu,Twitter memiliki fitur Report Tweet untuk melaporkan twit yang negatif, demikian juga dengan Instagram.

Reporter : Phil 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here