Monday , 21 May 2018
Home » Berita Terbaru » PEMBEKALAN KEPULANGAN PESERTA PROGRAM DARMASISWA RI TA 2017/2018
Mendikbud pukul gong resmi program Darmasiswa TA 2017/2018 ditutup. Foto/ebenezer sihotang

PEMBEKALAN KEPULANGAN PESERTA PROGRAM DARMASISWA RI TA 2017/2018

 

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Darmasiwa RI adalah program pemberian beasiswa non-gelar selama satu tahun oleh pemerintah RI kepada mahasiswa asing dari negara-negara mitra/sahabat terutama untuk belajar bahasa, seni dan budaya Indonesia pada perguruan tinggi di Indonesia.

Demikian dikatakan Sekretaris Jenderal Kemendikbud, Didik Suhardi selaku Ketua Penyelenggara Pembekalan Kepulangan peserta program Darmasiswa RI tahun akademik 2017/2018 yang dilaskanakan di Sahid Jaya Hotel, Jakarta Pusat, Sabtu (5/5/2018).

“Program ini juga telah menjadi timbal-balik (resiprokal) pemberian beasiswa antara Indonesia dengan negara mitra, dan telah menjadi program soft diplomacy or people contact dalam bidang pendidikan dan kebudayaan,” kata Didik.

Menurut Didik, bahwa sejak dimulai tahun 1974, program  ini telah diikuti oleh 7.852 peserta yang berasal dari 121 negara sahabat, dan belajar di berbagai perguruan tinggi yang tesebar di seluruh Indonesia. Pada awalnya, program ini hanya mengundang peserta dari kawasan ASEAN dengan peserta yang hanya sekitar puluhan orang.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy mengatakan, bahwa program Darmasiswa ini sangat strategis sebagai sarana diplomasi budaya, hingga jumlah dan cakupan negara yang di undang terus ditingkatkan. Untuk tahun akademik 2017/2018 ini, kata Muhadjir, program ini diikuti oleh 637 peserta yang berasal dari 89 negara dan mengikuti pendidikan di 55 perguruan tinggi di Indonesia. “Jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari 1.546 pendaftar dari 114 negara,” kata Mendikbud.

Menurut Mendikbud, bahwa betode belajar yang digunakan dalam program ini tidak hanya pengajaran didalam kelas akan tetapi juga praktek langsung, sebagai contoh, kata Mendikbud, dalam pembelajaran bahasa Indonesia para peserta di ajak untuk berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.  Para peserta juga belajar langsung dari masyarakat sekitar seperti belajar membatik, bermain musik, memasak masakan khas daerah, dan tentunya belajar bahasa Indonesia.

“Pada saat yang sama mereka juga berbagi ilmu yang mereka miliki termasuk mengajarkan bahasa asing yang mereka kuasai,” katanya.

Sesjen Kemendikbud selaku penyelenggara mengatakan, dalam acara pembekalan kepulangan bagi peserta Darmasiswa RI yang dihadiri oleh 537 peserta ini, para peserta akan dibekali dengan pengetahuan apa yang perlu dilakukan setelah mereka kembali ke tanah air dalam mempekenalkan Indonesia, serta membangun kerjasama dan jejaring dengan para alumni Darmasiswa dari angkatan-angkatan sebelumnya.

“Selain itu, mereka akan berkesempatan menampilkan pertunjukan dan juga hasil karya seni yang telah mereka pelajari selama satu tahun di Indonesia,” jelas Didik.

Untuk menunjukkan hasil program ini, dengan memanfaatkan momentum Car Free Day peserta Darmasiswa RI juga akan melakukan parade menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia serta menampilkan kemampuan mereka dalam menari Kecak dan Maumere secara serentak dengan mengundang masyarakat yang berbeda  di sekitar untuk turut menari bersama.

Dengan hasil yang sudah terbukti baik selama ini, diharapkan program Darmasiswa terus berlanjut dan berperan lebih besar dalam mendukung upaya Indonesia untuk meningkatkan pengembangan Bahasa Indonesia dan Diplomasi Budaya Indonesia di luar negeri.

Dari hasil pengalaman para peserta Darmasiswa yang ditempatkan dibeberapa perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang diantaranya Tran Thi Thuy Vi asal Vietnam yang mendapat belajar di Universitas Ahmad Dahlan mengatakan, bahwa teman adalah ciuman yang ditiupkan malaikat kepada kami, dan dari program Darmasiswa ini saya bisa berteman dengan banyak orang yang berasal dari negara berbeda. Saya tidak hanya belajar budaya dan gaya hidup Indonesia tetapi juga budaya dan gaya hidup dari negara teman-teman sekelas. Kami belajar bersama setiap hari, dan berbagi pengetahuan masing-masing.

Roman Pavliuk Ukrania yang belajar di Unv Brawijaya mengatakan, menjadi salah satu hal terbaik dalam hidupku. Berkat program ini, saya mengatasi ketakutan, yang saya gunakan dimasa depan dan bertemu dengan banyak orang muda berbakat dari seluruh Indonesia.

“Saya bisa makan bakmi Jawa besama sekelompok mahasiswa dari Madura dan bermain video game di Asrama Bugis. Multikulturalisme adalah perekat yang dimiliki bangsa ini, dan ini adalah eksperimen yang telah berhasil dengan baik. Hati saya dipenuhi dengan sukacita,” kata Moshe Ash asal Amerika Serikat yang belajar di Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

(Ebenezer Sihotang)

Check Also

DANRAMIL 05/TA MERIAHKAN FESTIVAL PUKUL BEDUG DAN GEMA TAKBIR

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Komandan Rayon Militer (Danramil) 05 / Tanah Abang, Kodim 0501/JP BS, Mayor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *