Monday , 21 May 2018
Home » Berita Terbaru » SANG CALON PRESIDEN RI 2019 SIAPKAN HADIAH 5 MILIAR TERKAIT TERORIS, SERTA AKAN MELAPORKAN YOUTUBE 

SANG CALON PRESIDEN RI 2019 SIAPKAN HADIAH 5 MILIAR TERKAIT TERORIS, SERTA AKAN MELAPORKAN YOUTUBE 

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Sam Aliano, pengusaha yang mendeklarasikan diri sebagai Presiden RI 2019 sekaligus selaku Ketua umum Asosiasi Pengusaha Muda Indonesia (APMI) menyatakan ‘perlawanan’ terhadap jaringan teroris di Indonesia. Pernyataan tersebut dilontarkannya saat konferensi pers yang digelar di gedung Samco, Jalan KH Wahid Hasyim Nomor 159, Tanah Abang Jakarta Pusat pada, Kamis (17/5/2018). 

Aliano dalam penuturannya mengaku sangat serius untuk memerangi teroris. Hal ini terbukti dengan sayembara yang ia buat terkait memburu teroris dengan iming-iming hadiah uang tunai yang awalnya senilai Rp 1 miliar dinaikkan olehnya menjadi sebesar Rp 5 miliar dengan tujuan supaya cepat tertangkap otak atau dalang pelaku aksi teror bom bunuh diri yang melibatkan anak-anak.

“Uang ini sudah disiapkan. Saya masukkan di dua koper ini, masing-masing koper berisi uang senilai Rp 2,5 miliar. Ini uang untuk rakyat yang bisa menangkap hidup atau mati otak teroris di Indonesia,” tutur pengusaha fenomenal ini.

Sam Aliano juga mengatakan bahwa otak teroris itu bukan orang Indonesia dan ia juga yakin teroris tidak memiliki agama. Menurutnya, aksi teror bom bunuh diri yang dilakukan teroris tersebut, diduga semata-mata untuk membela setan.

“Dalang dari serangkaian teror yang terjadi bukan orang Indonesia, mereka (teroris-red) bukan dari agama mana pun, mereka anti kemanusiaan, mereka membunuh manusia halal, tidak ada cinta kasih sayang. Mereka anti kasih sayang, mereka mengutip ayat-ayat perang sebagai alat mereka melawan manusia di muka bumi ini. Mereka itu membela setan,” ujar Aliano sembari menetaskan air mata.

Rakyat Indonesia semua sama lawan teroris, ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) itu Al-Qaeda. Atas sayembara ini pun, Aliano mengaku tidak takut, dirinya siap mati. Ia mengatakan siap menghadapi teroris jika ia juga menjadi target sasaran penyerangan nantinya.

“Saya ini tidak takut teroris, saya tidak pakai topeng. Tidak memakai penutup wajah. Teroris, lawan saya jangan sakiti rakyat, jangan melawan masyarakat sipil yang tidak bersalah dan mengorbankan anak-anak yang tidak berdosa,” tegas Aliano sambil terisak.

Teroris itu berbuat segala-gala kejahatan, lanjut Aliano mengatas-namakan Islam. Sungguh seribu kali bahkan lebih, mereka telah mencuri ajaran Islam. “Saya tak akan tinggal diam akan melawan mereka. Mereka melawan rakyat, menyerang Kepolisian kebanggaan saya. Tidak ada agama yang mengajarkan hal seperti itu,” paparnya.

“Mereka belajar membuat bom dari YouTube, untuk membunuh rakyat Indonesia dan anak mereka. Saya akan laporkan YouTube ke Mabes Polri,” tegasnya.

Saat ditanya mediatransparancy.com terkait pesan khusus yang ingin disampaikan kepada rakyat Indonesia dan seluruh jajaran Polri, Aliano mengatakan maju terus jangan takut. “Tetap semangat, rakyat tetap melawan teroris. Jangan takut kita semua sama, lihat saya nih saya berani menentang teroris, anda juga harus sama jangan takut. Kita harus sama bersatu untuk melawan teroris,” imbaunya.

Sementara itu, menyikapi modus baru teroris yang menjadikan anak-anak mereka sebagai bagian dari aksi teror bom bunuh diri, Aliano sangat prihatin dan mengutuk keras hal tersebut.

“Saya mau berbicara satu hal penting, coba bayangkan ibu hamil 9 bulan begitu susahnya hingga melahirkan. Tapi akhirnya anak itu dijadikan alat kematian, nasib anak jadi mati. Mereka tidak menghargai manusia, tidak menghargai ciptaan Allah SWT, mereka membunuh anaknya sendiri (secara keji). Mereka anti manusia, itu yang harus dilawan karena mereka bukan manusia,” pungkas Aliano.

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Ahmad Z

Check Also

DANRAMIL 05/TA MERIAHKAN FESTIVAL PUKUL BEDUG DAN GEMA TAKBIR

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Komandan Rayon Militer (Danramil) 05 / Tanah Abang, Kodim 0501/JP BS, Mayor …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *