Wednesday , 17 January 2018
Home » Berita Terbaru » USBN SD 2018 YANG DIUJIKAN HANYA TIGA MATA PELAJARAN
Diskusi kebijakan pendidikan dan kebudayaan bersama media massa. foto/ebenezer.

USBN SD 2018 YANG DIUJIKAN HANYA TIGA MATA PELAJARAN

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Mendikbud, Muhadjir Effendy mengatakan, untuk tahun 2018 ini dalam penyusunan soal USBN melibatkan guru dari berbagai sekolah untuk menyusun butir soal dengan porsi penyusunan 75 – 80 persen dan 20 – 25 persen disiapkan oleh pusat, kemudian direviu dan disusun paket soal bersama oleh KKG/MGMP dibawah koordinsi Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota atau Kanwil/Kantor Kemenag.

“Perakitan soal 100 persen dilaksanakan di tingkat KKG/MGMP atau di satuan pendidikan. Standar dan kisi-kisi tetap ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP),” kata Muhadjir yang didampingi Ketua BSNP, Bambang Suryadi, pejabat eselon 1 dan 2, dan para Staf Ahli saat diskusi kebijakan pendidikan dan kebudayaan bersama media massa di gedung Kemendikbud, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (10/1/2018).

Ketua BSNP, Bambang Suryadi mengatakan, bahwa mulai tahun 2018, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menetapkan kebijakan baru untuk ujian akhir di jenjang sekolah dasar (SD) yakni dengan menerapkan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) bagi peserta didik Kelas 6. USBN di tingkat SD hanya menguji tiga mata pelajaran, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kabalitbang) Kemendikbud, Totok Suprayitno mengatakan, sebelumnya pada tahun 2017 ada dua jenis ujian di jenjang SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI), yaitu  Ujian Sekolah dan Madrasah (US/M) dan Ujian Sekolah. Kemudian tahun ini berubah menjadi USBN dan Ujian Sekolah. Lima mata pelajaran yang diujikan dalam Ujian Sekolah (US) adalah Pendidikan Agama, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKN), Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Seni Budaya dan Keterampilan, Penjaskes, dan Olahraga.

“Untuk Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) yang diujian hanya tiga mata pelajaran yakni Bahasa Indonesia, Ilmu Pengetahuan Alam, dan Matematika dengan porsi soal sekitar 90 persen pilihan ganda, dan sekitar 10 persen Esai,” kata Totok.

Karena itu, kata Totok, dengan perubahan format ujian dari US/M menjadi USBN, maka berubah pula pola pembuatan naskah soal ujian. Sebelumnya, pada US/M, sebanyak 25 persen soal disiapkan oleh Pusat sebagai soal jangkar atau anchor dan 75 persen soal disiapkan oleh guru dan dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan Kantor Wilayah Kementerian Agama. Sekarang, pada USBN 2018, sebesar 20 persen hingga 25 persen soal disiapkan oleh Pusat sebagai soal jangkar (anchor), dan 75 persen hingga 80 persen disiapkan oleh guru yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG).

“Sedangkan untuk ujian sekolah atau US, 100 persen soal disiapkan sekolah berdasarkan kisi-kisi nasional yang disiapkan oleh pusat,” tambahnya.

Totok mengatakan, soal untuk USBN SD juga akan menyertakan esai sebanyak 10 persen dari total soal. Hal ini berbeda dengan US/M yang berlaku pada tahun sebelumnya, di mana semua soal berbentuk pilihan ganda.

Kemudian untuk lima mata pelajaran pada Ujian Sekolah, soal-soal akan dibuat oleh guru masing-masing sekolah. Meskipun begitu, Kemendikbud akan mendorong guru-guru untuk membuat soal Ujian Sekolah dengan kombinasi antara pilihan ganda dan esai. “Esai sangat bagus untuk kompetensi generasi abad 21,” ujar Totok.

Secara teknis, untuk SD/MI yang sudah bisa menerapkan ujian berbasis komputer, soal-soal berbentuk pilihan ganda akan dikerjakan dengan menggunakan komputer, baik untuk USBN maupun Ujian Sekolah. Kemudian soal esai akan dikerjakan siswa pada kertas esai (secara manual). (ES265)

 

Check Also

WALIKOTA  JADI NARASUMBER SEMINAR IPDN DI JAMBI  

KOTA JAMBI, MEDIATRANSPARANCY.COM– Program inovasi unggulan Walikota Jambi yang telah mendunia, “Bangkit Berdaya” dan “Kampung …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *