Home BERITA TERBARU 138 WARGA CIPINANG MELAYU KORBAN BANJIR MASIH MENGUNGSI

138 WARGA CIPINANG MELAYU KORBAN BANJIR MASIH MENGUNGSI

322
0
Foto : Warga Cipinang Melayu saat akan mengungsi

Jakarta, Mediatransparancy.com – Banjir yang menerjang di wilayah Cipinang Melayu mencapai hingga 1 meter kedalaman air yang mengakibatkan sekitar 138 warga  tersebut di dua RW harus mengungsi ketempat terdekat dan aman dari banjir dan di tambah curah hujan yang sangat tinggi, juga di sebabkan Bronjong di kali Sunter jebol.

Menurut keterangan Camat Makasar Jakarta Timur Efiskal bahwa Bronjong merupakan Kawat bronjong dibuat agar mencegah erosi, abrasi, dan longsor, terutama untuk bangunan yang dekat dengan sungai.

Camat Makasar Efiskal juga mengatakan, bronjong yang jebol itu berada di salah satu tikungan Kali Sunter. Bronjong tersebut jebol karena tak mampu menahan derasnya arus Kali Sunter.

“Kemarin bronjong jebol. Air datang kencang,” kata Efiskal, saat ditemui di lokasi banjir Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, Senin (20/1/2017). .

Selain itu juga secara terpisah, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan banjir di Cipinang Melayu terjadi karena pemasangan sheet pile untuk normalisasi Kali Sunter belum selesai dilakukan.

“Saat ini baru dipasang bronjong-bronjong. Baru setelah enggak hujan kami pasang sheet pile. Kalau (dipasang) sekarang percuma, hanyut sheet pile-nya,” ujar Djarot, saat meninjau kerja bakti di Phb Cililitan Besar, Minggu kemarin (19/2/2017).

Sementara itu juga salah seorang warga RT 07 RW 04 Cipinang Melayu, Salim (43), mengatakan, pada Senin dini hari banjir di wilayahnya sempat surut dan ketinggiannya hanya sekitar 40-50 sentimeter.

“Tapi tadi shubuh naik lagi,” kata Salim, saat ditemui di lokasi.

Dia pun juga mengatakan bahwa keluarganya dan ratusan warga lainnya hingga kini masih mengungsi di masjid di Universitas Borobudur. Salim yang sehari-hari berdagang siomay dan hari ini terpaksa libur karena rumahnya masih terendam banjir.

Penulis : Aloysius

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here