Home DAERAH 3 TON PUPUK SUBSIDI DITANGKAP POLlSI DIKOTA SUBULUSSALAM

3 TON PUPUK SUBSIDI DITANGKAP POLlSI DIKOTA SUBULUSSALAM

224
0

Subulussalam-Mediatransparancy.com – Baru 3 bulan operasi setelah pergantian sistem penyalur pupuk bersubsidi tahun 2015 dikota subulussalam, telah tertangkap, “mafia” baru yang menyalah gunakan pupuk bersubsidi.
Pupuk subsidi adalah milik rakyat, bukan untuk diperdagangkan/dijual kepada orang lain untuk mengambil keuntungan besar, sehingga hal ini sangat perlu pengawasan yang serius.
Menurut Kapolres Aceh Singkil AKBP Anang Triarsono,melalui Kasat Reskrim, AKP YASIR ketika dikonfirmasi media ini,(25/3),beliau mengakui bahwa telah menangkap 3 ton pupuk subsidi yang hendak dijual ke Simpang kiri,(14/3) dan telah menangkap 2 orang pelaku, masing-masing,Sariyanto(28) selaku penjual pupuk, dan siti Khatijah (59)bertindak sebagai penyandang dana, penduduk desa Cipare pare, Kec, Simpang kiri kota Subulussalam.
Kedua orang ini telah ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangkadan ditahan di MAPOLRES Singkil dan beserta 3 ton pupuk subsidi sebagai barang bukti, kata Kasat.
Ditambahkan kasat lagi bahwa pupuk subsidi tidak boleh dibawa keluar daerah kelompok tani yang telah ditetapkan pemerintah, karenanya anggota menangkap pelaku yang hendak membawa pupuk tersebut tujuan simpang kiri, tepatnya didesa Laeoram kec, Simpang kiri hendak dijual.
Menurut beberapa pengamat bahwa terjadinya penyalahgunaan pupuk subsidi ini,adalah akibat lemahnya pengawasan dari TIM pengawas yang telah dibentuk, sehingga dihawatirkan tercipta” MAFIA” pupuk subsidi yang baru,dikota Subulussalam.
Yang jelas, pupuk subsidi rentan dengan penyelewengan, apalagi dengan harga pupuk non subsidi yang sangat tinggi dan sangat menggiurkn sehingga para” mafia” tak berfikir resiko perbuatannya.
Diminta kepada TIM pengawas, agar benar benar mengawasi perjalanan pupuk subsidi ini agar tepat sasaran. Jangan hanya duduk dikantor, yang jelas TIM pengawas harus bertanggung jawab dalam peredaran Pupuk subsidi didaerah Ini.
Kadis Pertanian, Masri SP mengatakan pada sosialisasi pengawas pupuk subsidi,25/3,yang bertempat diAula dinas  pendidikan, beliau menegaskan bahwa penyaluran pupuk ini harus sesuai ketentuan, tidak boleh lari dari aturan. jikalau terjadi, maka sedia akan berhadapan dengan hukum, seperti yang terjadi waktu lalu.(SAR)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here