Home NASIONAL 41 Unit TPE di Operasikan UP Perparkiran DKI Jakarta

41 Unit TPE di Operasikan UP Perparkiran DKI Jakarta

337
0
Foto: UP Perparkiran DKI mengoperasikan 41 unit TPE

Jakarta, Mediatransparancy.com – Unit Pengelolah Perparkiran Dinas Perhubungan dan Transportasi (UP Perparkiran Dishubtrans) DKI Jakarta telah mengopoerasikan 41 unit mesin Terminal Parkir Elektronik (TPE) untuk pembayaran parker tepi jalan (0n-street parking) di sepanjang Jl.Juanda Raya sebanyak 13 unit, Jl.Pecenongan 10 unit, Jl.Pinangsia I-II-III 8 unit.

Dari 41 unit mesin TPE ini merupakan bagian dari total 201 unit mesin TPE yang diimplementasikan UP Perparkiran Dishubtrans DKI Jakarta pada tahu 2016 ini. Sebelumnya pada tahun 2015 lalu, UP Perparkiran DKI Jakarta, bekerjasama dengan pihak swasta dalam mengimpementasikan111 unit TPE di Jl.Sabang, Jl.Kelapa Gading dan Jl.Falatehan. mesin TPE tersebut di beli via E-Katalog dengan merk Cale dari Negara Swedia.

Dalam hal tersebut berbeda dengan implementasi TPE terdahulu, maka UP Perparkiran DKI Jakarta kini lebih prokaktif berperan sentral sebagai operator mesin TPE dengan bekerjasama strategis dengan 7 penerbit uang elektronik untuk penerapan transaksi non tunai atau cashless system, yaitu TapCash dari BRI, E-Money dari Bank Mandiri, Brizzi dari BRI, Mega Cash dari Bank Mega, Flazz dari BCA, Jakcard dari Bank DKI, dan Dompetku sebagai system integrator yang melakukan dukungan settlement harian dan rekonsiliasi transaksi.

Selain itu juga UP Perparkiran DKI Jakarta melarang para juru parker untuk menerima uang tunai dari pengguna jasa parker, sehingga pemilik kendaraan wajib dan membayar biaya parkir menggunakan mesin TPE dan jika ingin parker di tepi jalan di wilayah DKI Jakarta yang sudah terpasang TPE.

Kemudian para juru parker akan berperan sebagai mengatur ketertiban dalam berparkir dan memandu para pengendara untuk membayar parker di mesin TPE.

Dalam hal tersebut untuk menunjang fungsi pengawasan, Diskominformas DKI Jakarta juga memberikan dukungan dengan memasangkan dan mengakses kamera CCTV yang terkoneksi dengan Smart City yang digunakan untuk melihat proses kegiatan parker di sepanjang jalan yang terpasang TPE secara real time.

Maka dengan adanya TPE yang di pantau juga dengan CCTV, pihak Dishubtrans DKI Jakarta akan melakukan penindakan dan penertiban berupa penggembokan ban dan juga melakukan penderekan bagi pengendara yang tidak melakukan pembayaran parkir tepi jalan pada TPE.

Oleh sebab itu UP Perparkiran DKI Jakarta sangat optimis dengan melakukan terobosan dalam mengoperasikian mesin TPE untuk parkir tepi jalan di wilayah DKI Jakartadengan merubah wajah prilaku pengendara untuk lebih merencanakan perjalanan dan pada saat waktu parkir jika ingin menggunakan fasilitas parker tepi jalan.

Dalam hal ini UP Perparkiran DKI Jakarta sangat yakin dengan mengimplementasikan TPE bisa menekan kebocoran pendapatan dan semakin memberikan kontribusi terhadap penambahan pendapatan daerah Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta yang dapat di gunakan untuk pembangunan infrastruktur transportasi publik yang aman dan nyaman.

Penulis : Chris/Rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here