Home Berita Terbaru SEGERA TERBITKAN PERBUP BEKASI TENTANG WTP SWASTA YANG MENYALAHI ATURAN 

SEGERA TERBITKAN PERBUP BEKASI TENTANG WTP SWASTA YANG MENYALAHI ATURAN 

186
0

KAB.BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Pendistribusian air langsung ke pelanggan oleh WTP (Water Treatment Plant) swasta yang diduga melanggar Putusan-putusan MK tentang pembatalan UU SDA, PP nomor 122 tahun 2015 tentang SPAM dan PP nomor 54 tahun 2017 tentang BUMD

Aktivis MAHAMUDA Bekasi, Hasan Basri desak Pemkab Bekasi SEGERA TERBITKAN PERBUP BEKASI TENTANG WTP SWASTA YANG MENYALAHI ATURAN Lokasi Water Treatment Plant JABABEKA, (foto ilustrasi)

Demikian yang dikatakan Hasan Basri dari Mahamuda Bekasi saat ditemui mediatransparancy.com, usai memantau beberapa perusahaan swasta dengan teknologi Instalasi Pengelolaan Air (IPA) yang berada dibeberapa wilayah Bekasi, ada dugaan tidak bersinergitas dengan Pemkab Bekasi.

Sudah sepatutnya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi diminta untuk segera membuat Peraturan Bupati (Perbup) untuk membatasi ruang gerak perusahaan swasta dalam bisnis Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Pasalnya, selama ini Water Treatment Plant (WTP) milik swasta yang ada di Kabupaten Bekasi mendistribusikan air ke pelanggan secara menyalahi prosedur.

Masih kata Hasan, dan menurutnya penegakkan aturan ini menjadi hal penting untuk keberlangsungan PDAM Tirta Bhagasasi Sebagai BUMD yang bergerak dibidang penyediaan air minum.

“Aturannya kan sudah jelas, swasta tidak boleh memperjual-belikan penyediaan air minum secara langsung, bayangkan saja ada 10 perusahaan swasta (developer) yang diduga telah melanggar aturan ini. Pemda Bekasi harus bertindak tegas dan mengambil alih pelanggan air milik Swasta untuk BUMD” tegas Hasan kepada mediatransparancy.com, Kamis (11/10/2018) petang.

Hasan juga berpendapat, bahwa dalama hal ini swasta tetap boleh berinvestasi hingga ke proyek penyambungan pipa air minum di Bekasi namun melalui mekanisme dan peraturan yang telah ditetapkan. “Tapi sudah sepatutnya, yang membagikan atau (mendistribusikan) air kepada masyarakat, ya tetap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM),” imbaunya.

Hasan juga berharap agar pemerintah daerah juga membuat regulasi tentang pengelolaan air bersih, pasalnya dengan pembuatan regulasi tersebut dapat menambah konsumen PDAM yang ada di wilayah kawasan tersebut.

“Saya berharap Pemkab Bekasi dapat membuat aturan tersebut, sehingga ada peraturan turuannya yang dapat menguatkan, hal tersebut dapat juga meningkatkan pelanggan PDAM dan secara tidak langsung dapat meningkatkan PAD Kabupaten Bekasi,” ujar Hasan mengakhiri perbincangan.

Sebagai informasi, 10 WTP Swasta ini mencakup wilayah diantaranya Lippo Cikarang, Grand Wisata, Jababeka,  Deltamas, Hyundai,  MM 2100, Grand Cikarang City, dan lainnya.

Dan berdasarkan informasi yang didapat, dari 10 WTP Swasta baru 1 yang sedang proses penyerahan yaitu Jababeka. Patut diapresiasi etikad baik investor ini tersebut. Sementara, 12.000 pelanggan Jababeka sedang proses penyerahan ke PDAM Bhagasasi.(Hb/red)

 

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Ahmad Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here