Home Berita Terbaru Pejabat Kemendikbud Hadiri Pembukaan Simposium Tenun Nusantara di Tarutung

Pejabat Kemendikbud Hadiri Pembukaan Simposium Tenun Nusantara di Tarutung

153
0

Tarutung, Mediatransparancy. com – Pada pembukaan Simposium Nasional Tenun Nusantara, selain dihadiri Bupati Kabupaten Taput, Nikson Nababan juga dihadiri beberapa pejabat diantaranya
Direktur Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Dra. Christriyati Ariani, M.Hum, Direktur Badan Otorita Percepatan Pembangunan Danau Toba (BOPDT), Arie Prasetio, dan Ketua Dekranasda Taput, Satika Simamora yang dilaksanakan di gedung Kesenian Sopo Partukkoan Tarutung, Taput, Senin (15/10/2018).

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Nikson Nababan mengatakan, dengan diadakannya Festival Tenun Nusantara ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi Tapanuli Utara dan semoga menjadi agenda wisata tenun tiap tahunnya.

“Kami juga berharap agar Kemendikbud memberikan perhatian lebih bagi wilayah Taput dalam hal pelestarian budaya daerah, khususnya tenun ulos.
Kesempatan ini juga dimanfaatkan oleh Bupati Taput dengan berpesan kepada seluruh masyatakat Taput, khususnya, generasi muda untuk dapat melestarikan tenun ulos, karena ini menjadi bagian yang tidak bisa terlepas dari budaya batak.

Semoga melalui simposium ini akan menghasilkan kreatifitas baru atau terobosan baru dalam pengembangan tenun ulos, sehingga ulos akan semakin dikenal di Indonesia dan dunia pada umumnya.

Sementara itu, dalam sambutannya,  Direktur Pembinaan Kepercayaan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Ditjen Kebudayaan, Kemendikbud, Dra. Christriyati Ariani, M.Hum berharap agar Festival Tenun Nusantara ini mampu mengangkat kembali nilai-nilai budaya tenun ulos.

“Kegiatan ini adalah upaya dalam mempromosikan tenun ulos batak, karena tenun ulos batak memiliki makna tersirat yang sangat berarti bagi suku batak yang bermakna sebagai penghargaan dan kehangatan,” kata Christriyati Ariani.

“Semoga dengan kegiatan ini dapat menambah nilai history dari ulos tersebut,” tambahnya.

Dalam simposium juga dihadiri oleh penggiat tenun ulos, akademisi, komunitas batak, dan generasi muda Taput.

Diakhir kegiatan menampilkan sebuah drama berupa opera batak dengan judul “Na I Hasiagian” yang bercerita tentang ulos batak, kegunaan, serta penenunnya.

Jurnalis: Benry Sihotang

Editor    : Ebenezer

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here