Home DAERAH BPBD Provinsi Jambi Antisipasi Kabut Asap

BPBD Provinsi Jambi Antisipasi Kabut Asap

255
0
JAMBI, TRANSPARANCY.COM – Kabut asap yang disebabkan oleh pembakaran lahan semakin menyelimuti Kota Jambi kondisi ini membuat banyak pihak merasa prihatin salah satunya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, yang selama dua hari sudah melakukan upaya pemadaman titik api dengan cara booming water  atau bom air dengan menggunakan helikopter BNPB  bermuatan kapasitas air 4 sampai 6 ton.
Menurut Kepala BPBD Provinsi Jambi Arif Munandar saat diwawancarai Trans Jambi(02/09), saat ini untuk luas lahan yang terbakar menurut sumber kita berdasarkan hasil operasi dilapangan sekitar 2000 Ha tetapi menurut data dari WARSI sekitar  8000 Ha, namun dilapangan ada juga data-data yang tidak terdeteksi sama sekali.” Dalam hutan yang lebat siapa yang tahu.”ujar Arif.
Lebih lanjut dikatakan Arif untuk BPBD sendiri kita sudah mendirikan dua posko untuk posko utamanya didirikan di BPBD sendiri sedangkan untuk posko udara kita dirikan dibandara yang kondisinya terbatas untuk kru saja makanya kita akan meminjam satu ruangan untuk informasi-informasidari pihak-pihak yang terkait tidak untuk awak media saja akan tetapi untuk pihak kehutanan dimana hasil noanya untuk menentukan hasil titik koordinat yang mana kita lakukan untuk operasi darat dan operasi udara.
Untuk semai garam belum dapat kita lakukan karena awannya belum ada, mengenai anggaran belum dapat kucuran dana dari pusat. Yang jelas kita sudah dapat informasi untuk operasi Kabupaten Muaro Jambi itu sekitar Rp 400 juta yang digunakan untuk operasi posko dan uang minyak tidak ada uang lain dan itupun terbatas.
Mengenai antisipasi untuk mencegah dan mengurangi kebakaran lahan kita akan mengumpulkan pengusaha-pengusaha perkebunan di Dinas Perkebunan.” Kita akan minta mereka proaktif  karena dari data-data yang didapat dari perkebunan perusahaan dan masyakarat yang banyak terbakar bisa jadi sengaja dibakar atau terbakar.”tuturnya.
Arif berharap kepada masyarakat untuk berhemat dalam penggunaan air terlebih kondisi air saat ini sedang susah dan Gubernur juga menghimbau untuk Kabupaten Kota untuk mengambil langkah-langkah antisipasi dalam rangka mengatasi kekeringan disamping itu ada juga asap kiriman dari daerah tetangga seperti Palembang dan Pekan Baru.
Diakui Arif jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yakni tahun 2012 sampai 2015 tingkat ketebalan asap paling tinggi terjadi pada tahun 2015 ini.” Booming water lebih efek jika dibandingkan dengan semai garam dan biayanyapun lebih murah.”papar Arif.
Mengenai langkah antisipasi BPBD Provinsi Jambi untuk mencegah atau minimal mengurangi kebakaran lahan dijelaskan arif, salah satunya dengan cara peningkatan SDM (Satgas) dilapangan, melakukan koordinasi dalam bentuk surat porkampinda, dan persiapan alat pendukung proses pemadaman api.” Pemadaman api bisa dilakukan dengan semai garam dan Booming Water dimana semai garam dilakukan untuk memancing hujan buatan sedangkan Booming Water dilakukan untuk memadamkan titik api, semuanya ini tidak ada dana bantuan langsung dari pusat, terlebih masalah air itu langsung disedot dari sungai Batanghari.”tambahnya. (lia)       

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here