banner 728x250

Agung : Kalau ada Dugaan Pidana dalam Seleksi Anggota FKDM, Hukum harus Ditegakan

  • Share
Foto: Agung Wilantara peserta seleksi FKDM Kecamatan

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Walikota Sigit Wiyatmoko dan Kapolres Jakarta Utara Kombes Sujarwoko bersama Kesbang Pol DKI Jakarta, diminta melakukan penelusuran seksama terhadap proses rekrutmen Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) tingkat Kecamatan dan Kelurahan se Jakarta Utara.

Soalnya, rekrutmen ini diduga sarat manipulasi. Apalagi mengingat FKDM ini nantinya diperuntukkan mendukung kinerja Camat dan Lurah dengan mempergunakan anggaran Pemerintah Daerah DKI Jakarta.

judul gambar

Direktur Lembaga Wahana Komunikasi Pembangunan Kota (WKPK), Safrudin Boderingan, menuturkan, dari proses rekrutmen FKDM tingkat Kecamatan dan Kelurahan se-Jakarta Utara, ditemukan kecurangan-kecurangan fatal. Tidak sedikit calon anggota FKDM yang bermasalah diloloskan.

“Ini berbahaya bagi penyerapan anggaran dan dukungan kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan ke depan. Sebab, ada sejumlah temuan kami, FKDM diisi oleh orang-orang bermasalah. Sarat manipulasi,” tegas Boderingan di Jakarta.

Pria yang akrab disapa Bode ini mengatakan, dari jejaring pemantauan yang dilakukannya dengan para penyelenggara rekrutmen, beberapa data menunjukkan proses rekrutmen itu jauh dari proses yang fair.

Ia mencontohkan, keluhan yang disampaikan berbagai komponen masyarakat melalui pimpinan Kesbangpol Jakarta Utara dan Provinsi. “Hingga hasil akhir tes FKDM, ternyata masih saja ada orang-orang bermasalah dalam berpersoalan ini, yang dinyatakan lulus,” ujarnya.

Hal senadapun disampaikan Agung Wilantara peserta seleksi FKDM Kecamatan, Bahkan, sesuai data berkas yang disyaratkan oleh pihak Kesbang Pol dari DKI Jakarta di abaikan. Bahkan ada dugaan yang tidak mengikuti aturan yang berlaku dalam proses seleksi tersebut.

Agung menenggarai kemungkinan para panitia seleksi melegalkan manipulasi itu.

“Karena kedekatan personal tim sel dengan calon anggota FKDM baik ditingkat Kecamatan dan Kelurahan. Itu menjadi salah satu faktor yang kami temukan,” ujarnya.

Dengan proses rekrutmen yang disebutnya bermasalah itu, dirinya, meminta Kepada Walikota Jakarta Utara agar menunda pelantikan FKDM, sampai proses rekrutmen diverifikasi ulang dan dilakukan secara jujur dan terbuka.

Dia juga mengingatkan, Suban Kesbangpol Jakarta Utara, sebagai lembaga Pemerintah DKI Jakarta perlu dievaluasi.

“Harapan kita sebagai warga Jakarta Utara, kiranya Suban Kesbangpol sebagai lembaga di Pemda Kota Jakarta Utara harus diisi oleh orang-orang yang bisa dipercaya masyarakat, yang berintegritas, yang tidak manipulatif,” ujar Agung.

Tambah Agung, kalau ada dugaan tindakan pidana dalam proses seleksi itu, Ia berharap agar aparat kepolisian bertindak dengan cepat dan akurat.

Penulis: Iki
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *