Home BERITA TERBARU AKSI DEMONSTRASI GMBI DI PEMKOT BEKASI, RUSUH AKIBAT PROVOKASI

AKSI DEMONSTRASI GMBI DI PEMKOT BEKASI, RUSUH AKIBAT PROVOKASI

549
0
KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Demonstrasi aksi unjuk rasa yang digelar LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) Distrik Kota Bekasi diluar Plaza Kantor Pemerintahan Kota (Pemkot) Bekasi akhirnya rusuh karena terprovokasi oleh massa yang berada didalam Pemkot. Aksi unjuk rasa tersebut digelar dijalan Ahmad Yani Bekasi Kota, Jawa Barat pada, Kamis (25/1/2018)
Sekjen GMBI Distrik Kota Bekasi, Asep Sukarya menjelaskan kronologis awal terjadinya kericuhan. “Usai menyampaikan orasinya, GMBI tidak akan lama di Pemkot. Karena hanya ingin memberikan informasi
bahwa kita akan melakukan pelaporan kembali ke kejaksaan (Kejari Bekasi) terhadap masalah upah pungut,” tuturnya
“Setelah kita selesai, turun (dari mobil komando) untuk bergeser ke kejaksaan, ternyata dari dalam pemkot ada lemparan dari oknum massa yang lakukan tindakan provokasi, kita sudah menduga dari awal memang akan ada penghadangan dan terindikasi, ada aktor intelektualnya dalam aksi di Pemkot Bekasi ini,” ungkap Asep
Keterangan Foto : Sekjen GMBI Distrik Kota Bekasi, Asep Sukarya (kanan) didampingi Biro Hukum, Agus Budiono, SH (kiri berkacamata) saat memberikan keterangan Pers-nya kepada Awak media pada, Kamis (25/1/2018)
“Untuk korban yang luka luka sebagian sudah ada yang di bawa ke rumah sakit, lanjutnya pihaknya akan melakukan pelaporan. Asep pun berharap pihak kepolisian menangkap pelaku pelemparan yang memprovokasi dan memprosesnya secara hukum,” imbaunya
Sementara itu, berdasarkan data yang dihimpun mediatransparancy.com, aksi ini dilatarbelakangi bahwa GMBI mengkritisi pada tahun 2017 menjadi tahun terburuk bagi kinerja Kejaksaan Negeri (Kejari) Bekasi dalam penanganan dugaan KASUS TINDAK PIDANA KORUPSI, berbagai kasus laporan masyarakat yang sudah disampaikan kepada Kejari Bekasi Kurang Ada tindak lanjutnya oleh Kejari Bekasi

Sampai saat ini, menurut GMBI Kinerja Kejari Bekasi dalam Penanganan Laporan masyarakat terhadap KASUS KORUPSI PROGRESNYA hanya pada tingkat “PENGUMPULAN DATA (PULDATA) DAN PENGUMPULAN BAHAN KETERANGAN (PULBAKET)”LSM GMBI sebagai lembaga sosial Kontrol aparatur pemerintah dan swasta, pada tanggal 24 Juli 2017 telah melaporkan dugaan ”KASUS PENYIMPANGAN PEMBAYARAN -PEMBERIAN DAN PEMANFAATAN INSENTIF PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH” dan sampai saat ini KASUS YANG DIDUGA TELAH MERUGIKAN KEUANGAN NEGARA mencapai Rp 1,6 Miliar, kurang ditindak lanjuti kepada tahap penyidikan dan penyelidikan.

Berdasarkan hal tersebut, LSM GMBI MENYATAKAN SIKAP ;

1. MEMINTA KEJAKSAAN NEGERI BEKASI UNTUK MEMBERIKAN PENJELASAN DAN INFORMASI KEPADA MASYARAKAT MENGAPA DAN ADA APA KASUS KASUS YANG TELAH DILAPORKAN OLEH MASYARAKAT TIDAK DITINDAK LANJUTI

2. MEMINTA KEPADA KEJAKSAAN NEGERI BEKASI UNTUK SERIUS MENANGANI KASUS KASUS KORUPSI YANG TELAH DILAPORKAN MASYARAKAT

3. KEJAKSAAN SEBAGAI PENEGAK HUKUM UNTUK BERANI DAN TEGAS ,SERTA TIDAK TAKUT AKAN INTERVENSI OLEH OKNUM-OKNUM YANG SENGAJA INGIN MENGHALANGI PROSES PENEGAKAN HUKUM

4. MEMINTA KEJAKSAAN UNTUK MENGUMUMKAN KEPADA PUBLIK TERHADAP KASUS KASUS YANG TELAH DILAPORKAN MASYARAKAT APABILA TIDAK TERBUKTI DAN JANGAN SAMPAI KASUS TERSEBUT DIPETI-ESKAN.(red)
Reporter : M.B Nugroho
Editor : Ach Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here