banner 728x250

Anak Kost ‘Menjerit’ KTP Di Pungli Oknum Kelurahan Kranji

  • Share

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Reformasi Birokrasi yang terus didengungkan Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi beserta jajarannya ternoda. Pasalnya, razia penyakit masyarakat yang dilakukan jajaran Kelurahan dibantu Karang Taruna pada sebuah kost-kost an di wilayah Kelurahan Kranji Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi ternyata diduga telah terjadi pungutan liar (Pungli) oleh oknum Kelurahan saat anak kost harus mengambil Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang ditahan pihak Kasie Pembangunan dan Trantib Kelurahan Kranji, pada Selasa (06/06/17) siang.

Foto: Anak penghuni Kost, Saat pengambilan KTP anak kost Kelurahan Kranji hasil kegiatan razia ternyata terdapat unsur indikasi terjadi PUNGLI yang dilakukan oknum di jajaran Kelurahan Kranji

Indikasi pungli itu berdasarkan pengakuan (D) rekan anak kost yang KTP-nya diamankan (disita). saat rekannya harus menyerahkan KTP ketika dirazia. “Masalah pengambilan KTP tersebut oleh pihak Kelurahan Kranji diminta uang sebanyak Rp 350 ribu rupiah padahal jelas-jelas rekan-rekan saya merupakan warga Kota Bekasi, dan dalam keadaan menunggu panggilan kerja” tuturnya kepada mediatransparancy.com.

judul gambar

Keanehan terjadi saat pelaksanaan razia justru anak kost yang memiliki KTP yang ditahan identitasnya “Ya, saya kan memiliki identitas KTP jelas warga Kota Bekasi tapi kenapa justru ditahan itu KTP. Sementara orang yang tak memiliki KTP nggak ada penahanan apa pun. Memang  jadinya ujung-ujungnya duit (UUD) dan pungli,” tandas (D) kesal.

Padahal Kelakuan dan tindakan jajaran stakeholder Kelurahan Kranji tersebut pantas dikategorikan masuk ranah Satgas Sapu Bersih Pungli (Saber Pungli) dan bisa dipidanakan. Ada dugaan pungli yang dilakukan saat pemilik KTP datang ke kantor Kelurahan dan hasil razia diuangkan masuk kantong pribadi dengan memanfaatkan jabatan yang disandang di kelurahan Kranji.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun awak media ini,  razia yang dilakukan pihak aparatur sebagai upaya penertiban Pekat terutama di bulan suci Ramadhan 1438 H. Namun sayangnya tanpa mengantongi Surat Ijin (Sprint) dan masih ada oknum yang mencari celah dengan melegalkan pungli dan jelas sangat merugikan masyarakat awam.

Reporter:Ahmad Zarkasih
Editor: Hisar Sihotang
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *