banner 728x250

Aneh Bin Ajaib…30 Tahun Tanah Dikuasai, Tiba-Tiba Orang Tak Dikenal Datang Mengklaim

  • Share
Foto: Desa Sarimarihit Kecamatan Sianjur Mula-mula Kabupaten Samosir.

MEDIA TRANSPARANCY – Aneh Bin Ajaib sudah Tiga Puluh (30) Tanah dan rumah dikuasai oleh Cosman Sitanggang (67) Tahun, Warga Desa Sarimarihit Kecamatan Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara.

Foto: Cosman Sitanggang pemilik rumah di Desa Sarimarihit Samosir

Pasalnya, tiba-tiba ada oknum mengaku pemilik tanah serta mengusir supaya dikosongkan tanah dan bangunan,” Ujar Cosman Sitanggang sebgai pemilik resmi tanah dan bangunan yang beralamt di Desa Sarimarihit, kepada awak media  Rabu.(12/5/2021).

judul gambar

Cosman membenarkan “ bahwa ada yang orang mengaku-aku bahwa tanah ini milik orang yang mengaku tersebut.  Padahal dia juga tidak bisa menunjukkan  bukti kepemilikan tanah dan rumah atau sejenisnya sebagai barang bukti, misalnya surat sertifikat tanah, paparnya.

Lebih lanjut Cosman menjelaskan, “bahwa tanah ini dulu kita beli dari mendiang Almarhum Batto Sidabutar semasa hidupnya, yaitu pada Tahun 1990 silam kepada saya,” Ujar Cosman.

“Tanah beserta bangunan ini adalah sah milik saya,  saya beli dulu sebesar Rp.14 Juta dari Sidabutar, tidak berapa lama saat itu langsung saya mendirikan bangunan diatas tanah dengan luasan 400 meter yang terletak di Desa Marimarihit,”

“Semenjak saya beli, langsung kami membangun untuk rumah tinggal diatasnya seluas 400 meter, saat ini saya tempati dan  saya tinggali bersama keluarga,  tidak pernah ada masalah, tuntutan atau bentuk tindakan lain, dari pihak manapun, baru ini terjadi di tahun 2021 ini,” tutur Cosman

Dia juga menjelaskan, “bahwa pada saat pelebaran Jalan tahun 2014 yang lalu, sayalah yang memberikan izin pembebasan lahan saya kepada petugas dari Dinas PUPR Kabupaten Samosir. Dimana saat itu pemborongnya adalah saudara Kanada Simbolon kalau tidak salah,”. Anehnya….setelah tiga puluhan tahun lamanya saya beli,  ada yang mengaku cucu dari almarhum Batto Sidabutar. Ironisnya, “yang menjual tanah mengatakan kepada saya, tanah itu sebagai miliknya walapun dia tidak memiliki buktikannya autentik,” Ujar Cosman.

Cosman menjelaskan, “bahwa pembelian tanah itu ditahun 1990 lalu masih ada saksi hidup yaitu mantan istri Kepala Desa lama Oppu Lasdo boru Silaban. Sudah pernah membeberkan dihadapan pihak Kecamatan saat rapat dikantor Kepala Desa dan juga  disaksikan Perangkat Desa dan masyarakat sekitar  “bahwa tanah itu jelas sudah menjadi milik saya,” Pungkas Cosman.

Kepala Desa Sarimarihit Mariden Simbolon, “mengatakan bahwa ada orang yang mengklaim lahan dan bangunan saudara Cosman Sitanggang,” Ungkap Mariden Simbolon, saat dikonfirmasi awak media Rabu(12/5)

Ironisnya lagi, pihak yang mengaku-ngaku, sempat membuat pagar kawat duri di pintu masuk rumahnya, mendengar adanya informasi tersebut, “saya sebagai pengayom di Desa ini sempat marah kepada para oknum yang mengklaim tanah milik Cosman,”Tegas Mariden Simbolon selaku kepala Desa.

“Dan saya menyuruh mereka membuka kawat duri yang telah sempat terpasang, juga menegaskan bahwa kalau mereka memiliki barang bukti surat tanah silahkan digugat di pengadilan, jangan melakukan tindak pidana mengintimidasi dan merampas kemerdekaan pihak orang lain, ini pihak korban adalah warga masyarakat saya,” Tutur Mariden mengakhiri.

Hal senada, Istri mantan Kades (yang lama boru Silaban) membenarkan, “bahwa tanah itu ada suratnya pada saat suami saya almarhum masih hidup dan suami saya yang membuat surat jual beli waktu itu dan saya langsung menerima istilah bahasa batak (Demban Tiar-red), sesuai dengan tradisi orang Batak waktu itu, “singkat boru Silaban. (Hatoguan)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *