Home BERITA TERBARU Aneh Kejari Jakut Tahan Terdakwa Kasus Penggelapan Cukai Miras Dengan Tahanan Rumah

Aneh Kejari Jakut Tahan Terdakwa Kasus Penggelapan Cukai Miras Dengan Tahanan Rumah

235
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) mengadili terdakwa pelaku penggemplang pajak Cukai, Minuman Keras (Miras).

Perkara Cukai yang melibatkan terdakwa Hidayat (45) warga Ketapang, Pontianak itu, diseret ke kursi pesakitan Pengadilan guna pertanggungjawaban hukum atas dugaan tindak pidana penggelapan pajak atau tidak bayar pajak Cukai Miras.

Terdakwa selaku Direktur Aroma Food Indonesia itu, tidak ditahan di Rutan sebagaimana tahanan terdakwa lainnya, namun oleh jaksa dilakukan penahanan Rumah.

Sidang yang dipimpin majelis hakim Fahzal Hendri, dengan anggota majelis Agung Purbantoro dan Tugiyanto itu, sebanyak 45 karton berisi 900 botol minuman keras dibawa terdakwa tanpa ijin Cukai.

Menurut jaksa Penuntut umum Zainal yang dibacakan Yonart menyebutkan, terdakwa membawa barang berupa Miras tanpa documen lengkapi dari Pontianak masuk ke Pelabuhan Marunda, menggunakan transportasi laut.

Dalam pemeriksaan aparat Bea dan Cukai Pelabuhan Marunda Tanjung Priok, Jakarta Utara, barang yang di bawa terdakwa diberitahukan Beer, akan tetapi di dalam kemasan kardus terdapat Minuman Souzu asal Korea.

Minuman tersebut tanpa dilengkapi dengan Cukai yang asli. Sehingga merugikan keuangan negara ratusan juta rupiah. Minuman yang di Tempel Cukai Palsu itu dibawa menggunakan mobil truk, dengan barang campuran lainnya.

Sidang pembacaan dakwaan yang dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi saksi itu, jaksa menghadirkan saksi dari kantor pengawasan Bea dan Cukai Marunda, Roi Sitanggang, Rangga, Aji, Prabowo. Menurut keterangan saksi Bea dan Cukai, menyebutkan, Souzu tersebut Original, memiliki pita Cukai tapi palsu, ujarnya dalam persidangan 18/06. Perbuatan terdakwa diancam sebagaimana undang undang pajak tentang Cukai.

Terkait penahanan terdakwa yang tidak ditahan di Rutan itu, Kejaksaan Negeri Jakarta Utara melakukan penahanan terhadap terdakwa Hidayat dengan Tahanan Rumah.

Majelis hakim Fahzal Henri, menanyakan jaksa penunut. Apa alasan tahanan rumah pa Jaksa. Kok bisa tahanan rumah, harusnya tahanan Kota, karena terdakwa bolak balik ke pontianak. Majelis mengingatkan terdakwa supaya tetap hadir saat sidang, jika tidak hadir majelis akan langsung menahan saudara, katanya.

Menurut Informasi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, berkas perkara penggelapan pajak baru kali ini dilakukan penahanan terhadap terdakwa dengan Tahanan Rumah. Ini aneh, “ada apa dengan kinerja Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, penggemplang pajak ko bisa bebas berkeliaran bolak balik Jakarta Pontianak pada hal di tahan Rumah”,ujarnya.

Penulis : P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here