banner 728x250

Aspal Hanya Setebal Rempeyek, APH Diminta Usut Dugaan Rampok APBD Lewat Proyek Peningkatan Jalan Ruas Raso – Pargodungan

judul gambar

TAPTENG, MediaYransparancy.com – Pada tahun anggaran 2025 yang lalu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang PUPR Kabupaten Tapanuli Tengah (Dinas PUPR Tapteng) melaksanakan pekerjaan Proyek Peningkatan Jalan Ruas Raso – Partodungan, Kec. Tapian Nauli, yang dikerjakan CV Yeza dengan jumlah anggaran sebesar Rp 1.656.900.000.

Namun sayangnya, hasil investigasi lapangan yang dilakukan ditemukan kejanggalan dan keganjilan dalam pelaksanaan pekerjaan tersebut, khususnya soal ketebalan aspal jalan.

judul gambar

Ketebalan aspal jalan tersebut sangat tidak mencerminkan pembangunan jalan yang baik dan benar.

Setelah dilakukan pengukuran, ketebalan aspal jalan tersebut ada yang 1 cm, 2 cm, 3 cm.

Melihat ketebalan jalan tersebut, kritik berbagai kalangan masyarakat pun bermunculan.

Salah seorang warga Raso, Hilber S kepada MediaTransparancy.com menyebutkan, bahwa ketebalan aspal jalan tersebut sama dengan rempeyek.

“Nggak ada yang bisa dibanggakan dengan kualitas jalan ini. Tebal aspalnya saja seperti rempeyek,” ujarnya.

Dia mengatakan, masyarakat sekitar khususnya mengharapkan adanya perbaikan terhadap jalan tersebut dengan mutu yang baik.

“Kalau hanya ingin mulus, kita juga bisa menggunakan tanah liat, licin dan mulus, tapi begitu turun hujan jadi lumpur,” ungkapnya.

Setelah melihat ketebalan aspalnya secara langsung, dia yakin jalan tersebut tidak akan bertahan lama.

“Saya berani taruhan, kualitas jalan ini sangat buruk dan tidak akan bertahan lama. Hanya bentuk permukaannya saja yang bagus, kualitasnya sangat meragukan,” sebutnya.

Sementara itu, Dewan Pimpinan Pusat LSM Gerakan Cinta Indonesia (DPP LSM GRACIA) yang dimintai komentarnya berujar, bahwa pihaknya mempertanyakan apakah kualitas pekerjaan tersebut sengaja dirancang atau direncanakan seperti yang terlihat saat ini.

“Yang harus kita ketahui saat ini adalah, apakah kualitas pekerjaan tersebut direncanakan seperti itu atau tidak,” jelasnya.

Disebutkannya, tidak ada yang harus diperdebatkan jika proyek jalan yersebut direncanakan seperti yang terlihat saat ini.

“Jika memang direncanakan ketebalan aspal jalannya hanya satu atau dua centimeter, tidak ada yang bisa disalahkan dalam hal ini. Mungkin saja direncanakan jalan tersebut hanya berumur dua atau tiga bulan saja,” tuturnya.

Namun, jelas Hisar, jika mutu pekerjaan jalan tersebut direncanakan baik dan kuat, harus dilakukan pengusutan lebih lanjut.

“Tapi jika direncanakan jalan tersebut berumur panjang, itu artinya ada yang sedang ingin berupaya untuk merampok APBD lewat proyek tersebut, dan ini harus diusut,” tukasnya.

Hisar pun meminta agar APH terkait melakukan pengusutan terhadap pelaksanaan pekerjaan jalan tersebut.

“Kita dorong APH untuk melakukan pengusutan secara menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Tapteng, Jusmar Simamora yang dikonfirmasi terkait adanya proyek pembangunan jalan yang diduga tidak sesuai spesifikasi mengatakan akan melakukan klarifikasi. “Saya masih meminta tanggapan dan konfirmasi dari konsultan supervisi, kontraktor pelaksana dan Tim proyek dari dinas PUPR. Terimakasih,” katanya.

Ketika ditanya keesokan harinya apakah sudah dapat hasil klarifikasi, Jusmar Simamora mengatakan hanya jawaban normatif.

“Ada, sebatas tanggapan normatif, saya mau cek ke lapangan dulu hari ini. Terimakasih,” tuturnya.

Namun janji akan melakukan pengecekan lapangan hingga saat ini tidak kunjung terealisasi.

Penulis: Redaksi

judul gambar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *