banner 728x250

Bangunan Melanggar di Jalan Dewi Sartika Hanya Dipelototi, Inspektorat DKI: Akan di TL

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Satu unit bangunan kantor di Jalan Dewi Sartika No 306-306A, Kelurahan Cawang, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur menjadi pusat perhatian khalayak ramai.

Pasalnya, sesuai banner yang menempel dalam gedung tercatat peruntukan bangunan adalah ruko dengan ketinggian 2 lantai.

judul gambar

Tapi aneh bin ajaib, kondisi bangunan saat ini sangat-sangat jauh dari apa yang tertera pada banner. Fisik bangunan saat ini sudah memiliki ketinggian 4 lantai, dengan kata lain, terjadi pelanggaran ketinggian sebanyak 2 lantai.

Yang menjadi ironi adalah, pelanggaran bangunan tersebut sepertinya hanya dijadikan bahan tontonan oleh Sudin Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP) Jaktim.

Pasalnya, walau sudah melanggar ketinggian 2 lapis, hingga kini proses pembangunan terus berjalan tanpa ada tindakan dari aparat terkait.

Kasudin CKTRP Jaktim, Widodo yang dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan tidak berkenan menjawab.

Hal yang sama juga dilakukan Walikota Jakarta Timur, Anwar.

Sementara itu, Inspektorat DKI Jakarta, Saefuloh Hidayat ketika dimintai tanghapannya mengunhkapkan akan berkoordinasi dengan SKPD terkait.

“Terima kasih informasinya pak. Saya akan berkoordinasi dengan SKPD terkait untuk dilakukan tindakan sesuai aturan,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Media Transparancy juga menemukan bangunan kantor yang diduga melanggar lainnya di Jalan Dewi Sartika, tepatnya tidak jauh dari Pusat Grosir Cililitan (PGC).

Ketua Umum LSM Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo) Sudirman Simarmata kepada Media Transparancy menegaskan, bahwa aturan di DKI hanyalah tameng.

“Peraturan membangun di DKI Jakarta itu sangat jelas. Permasalahannya adalah, aturan itu hanya dijadikan tameng, bukan untuk dijalankan,” ungkapnya.

Dikatakan Sudirman, jika berdasar aturan yang ada, bangunan ruko tersebut wajib ditindak.

“Pertanyaannya adalah, jika melanggar ketentuannya apa? Dipelototi atau dilakukan tindakan?” ucapnya.

Yang terjadi saat ini jelas Sudirman, adanya ‘kolaborasi’ ciamik antara CKTRP dan pemilik.

“Saya menduga, ini ada permainan. Sebab, itu bangunan jelas-jelas melanggar, tapi kenapa dibiarkan. Jika tidak ada main, bongkar,” sebutnya. (Anggiat S)

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *