banner 728x250

Bangunan Melanggar Semakin Marak, Inspektorat DKI Akan Segera Periksa Kasektor CKTRP Jagakarsa

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Dugaan adanya pembiaran yang dilakukan Kasektor Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan Kecamatan Jagakarsa, Budiono terhadap bangunan-bangunan melanggar di wilayah hukumnya terus menyeruak. Fakta lapangan menunjukkan, hampir setiap sudut wilayah Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan ditemukan bangunan melanggar.

Berbagai sumber menyebut, bahwa Budiono selaku Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa memanfaatkan momen pandemi Covid-19 ‘berkolaborasi’ dengan pengembang untuk meraup untung.

judul gambar

Salah seorang staf Kecamatan Jagakarsa yang meminta identitasnya dirahasiakan menyebutkan, bahwa Budiono memiliki peranan penting semakin maraknya bangunan melanggar di wilayah tersebut.

“Sebagai Kasektor Citata, yang memiliki wewenang sebagai pengawas bangunan di Kecamatan Jagakarsa, Budiono adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap maraknya bangunan melanggar disini,” ujarnya.

Dikatakannya, Sektor Citata Jagakarsa justru banyak melegalkan bangunan melanggar.

“Kewenangan mereka (citata-red) sebagai pengawas banyak mekegalkan bangunan yang melanggar,” sebutnya.

Kepala Inspektorat DKI, Saefulah Hidayat yang dimintai komentarnya berujar akan melakukan pemeriksaan.

“Bangunan melanggar di Kecamatan Jagakarsa belakangan ini menjadi sorotan. Dalam waktu dekat kita akan lakukan pemeriksaan,” ungkapnya.

Kasektor CKTRP Kecamatan Jagakarsa, Budiono yang dikonfirmasi, Kamis (18/3) melalui pesan singkat, lagi-lagi mempertontonkan sikap cueknya.

Menanggapi menjamurnya bangunan melanggar di kecamatan yang disebut sebagai daerah resapan air tersebut, Ketua Umum Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo), Sudirman Simarmata menyebutkan, bahwa peran pengawasan tidak berjalan secara maksimal.

“Pengawasan yang dilakukan Citata Jagakarsa tidak berjalan sesuai aturan yang berlaku,” sebutnya.

Dikatakannya, Budiono selaku Kasektor Citata Kecamatan Jagakarsa tidak mampu menjalankan tugas yang diembannya dengan baik.

“Budiono tidak mampu menjalankan tugas-tugas yang diberikan kepadanya, yang berdampak semakin semerawutnya penataan ruang di daerah itu,” katanya.

Sudirman menyarankan agar dilakukan evaluasi secara menyeluruh.

“Harus dilakukan evaluasi. Jangan mereka sibuk ‘berbisnis’ bangunan melanggar, aturan jadi tetabaikan,” tegasnya.

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya, puluhan bangunan melanggar di Jalan Batu Belah, Kecamatan Jagakarsa disinyalir melanggar ketentuan yang sepatutnya.

Selain itu, puluhan unit ruko di Jalan Moch. Kahfi I dibangun dengan izin rumah tinggal.

Tidak hanya itu, dugaan bangunan melanggar juga ditemukan di Jalan Raisan Dalam. Anggiat S

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *