banner 728x250

Bangunan Ruko di Jagakarsa Tidak Sesuai , Pengamat: Segel dan Bongkar

  • Share

Jakarta, MEDIA TRANSPARANCY – Keberadaan puluhan pintu  bangunan ruko di Jalan Moch. Kahfi I, RT 007/001, Kelurahan Ciganjur, Kecamatan Jagakarsa terus mendapat sorotan.

Pasalnya, seperti diketahui, bahwa izin bangunan tersebut adalah rumah tinggal dengan ketinggian 3 lantai. Namun dilapangan yang dibangun adalah ruko puluhan pintu.

judul gambar

Ironisnya, dengan ditemukannya adanya pelanggaran bangunan yang cukup megah di Kecamatan Jagakarsa tersebut, para pejabat Pemkot Jakarta Selatan seakan berlomba ‘membisu’.

Wakil Walikota Jakarta Selatan, Isnawa Adji yang biasanya mau membalas konfirmasi awak media, kini mendadak ikut bungkam. Isnawa yang sudah beberapa kali dikonfirmasi mengenai keberadaan bangunan tersebut sama sekali tidak respon.

Hal yang sama juga dilakukan Camat Jagakarsa, Alamsah, Kasudin Citata Jaksel, Syukria dan Kasektor Citata Jagakarsa, Budiono.

Menanggapi keberdaan bangunan melanggar tersebut dan sikap diam yang dipertontonkan para pejabat Pemkot Jaksel, Ketua Umum LSM Gracia, Hisar Sihotanf dan Ketua Umum LSM Graceindo, Sudirman Simarmata yang dikonfirmasi terpisah memberikan tanggapannya.

Hisar menyebutkan, bahwa ada fenomena terbalik yang dipertontonkan para pejabat Pemkot Jaksel dalam menyikapi pelanggaran bangunan itu.

“Sepertinya para pejabat Jaksel ini merasa bangga akan ketidakmampuannya dalam melaksanakan aturan seperti yang diamanatkan Undang-Undang,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa, keberadaan bangunan melanggar di Jagakarsa ibarat jamur dimusim penghujan.

“Setiap sudut wilayah Jagakarsa pasti ditemukan bangunan melanggar, dan itu fakta. Semua temuan-temua itu selalu disampaikan kepada Wakil Walkot Jaksel, Camat Jagakarsa, Kasudin Citata dan juga Kasektor Citata Jagakarsa, tapi semuanya cuek,” ungkapnya.

Hisar mengungkapkan, sudah sepatutnya Gubernur Anis melakukan evaluasi terhadap para pejabat yang tidak mampu bekerja.

“Gubernur Anis harus copot itu mereka yang tidak becus bekerja, agar tidak menjadi duri dalam daging,” sebutnya.

Sementara itu, Ketua Umum Graceindo, Sudirman Simarmata mempertanyakan, bahwa sikap diam yang dipertontonkan para pejabat Pemkot Jaksel terhadap berbagai pelanggaran bangunan di Kec. Jagakarsa tersebut.

“Tidak perlu sekelas Wakil Walikota Jaksel, anak TK saja tau jika bangunan ruko dibangun dengan izin rumah tinggal adalah melanggar. Pertanyaannya, ada apa dengan sikap diamnya?” tanyanya.

Diungkapkannya, sudah bukan rahasia umum lagi jika bangunan melanggar sudah masuk ranah bisnis yang menjanjika rupiah.

“Bangunan melanggar sekarang sudah masuk ranah bisnis yang sangat menjanjikan mendatangkan fulus, sehingga yang terjadi di lapangan ditemukan berbagai pelanggaran, dan itu dibiarkan,” tuturnya.

Sementara itu, pengamat perkotaan, Nirwono Joga yang dimintai tanggapannya menyebutkan, bangunan harus ditindak.

“Pihak Walikota Jaksel harus segera meninjau kembali peta Rencana Detail Tata Ruang dan peraturan zonasi Kecamatan Jagakarsa, khususnya di Jl Kahfi, peruntukannya untuk hunian atau komersil. Jika hunian tentu tidak boleh untuk kegiatan komersil dan bangunan harus dibongkar tidak sekedar disegel,” katanya.

Ketika disampaikan, bahwa bangunan tersebut adalah ruko (komersil) dengan izin rumah tinggal.

“Izin bangunan harus dihentikan dan bangunan disegel, dan bangunan tidak tertutup kemungkinan untuk dirobohkan,” sebutnya. @s/red

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *