banner 728x250

Banjir Pasien Positif Covid-19, Dinkes Kota Cirebon Sempat Berwacana Bikin Rumah Sakit Lapangan

  • Share

KOTA CIREBON, MEDIA TRANSPARANCY – Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengakui saat ini Kota Cirebon berada pada zona merah, hal tersebut diperkuat dengan kondisi fasilitas kesehatan yang memprihatinkan bahkan dinyatakan lumpuh. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Cirebon, dr. H. Edy Sugiarto, M.Kes., usai mengikuti acara Hari Aids Sedunia tingkat Kota Cirebon di salah satu gedung pertemuan di kawasan Jl. Perjuangan, Kota Cirebon, Selasa (01/12/2020).

“Bukan lumpuh karena petugasnya nyerah, tapi karena kapasitas yang ada dengan lonjakan pasien ini tidak mencukupi, perhari ini saja angka total sudah mencapai 1.175 pasien,” kata Edy.

judul gambar

Edy menambahkan, kini terdapat 200 lebih jumlah pasien antrian yang melakukan isolasi mandiri yang tersebar di beberapa hotel. Jumlah tersebut belum termasuk pasien yang tersebar di sejumlah rumah sakit yang ada di Kota Cirebon.

“Karena semua rumah sakit sudah full jadi mereka tidak tertampung, jumlah totalnya ada 500 pasien di lapangan atau diluar,” jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, situasi ini membuat pihaknya memutar otak untuk penambahan kamar. Solusi berupa penambahan kapasitas kamar didapat setelah pihaknya melakukan Video Conference (Vicon) dengan para pimpinan rumah sakit.

“Hasil vicon kemarin, semua rumah sakit akan menambah kapasitasnya antara 11 sampai 15 kamar termasuk RSDGJ ada penambahan 60 kamar,” sebutnya.

Meski ada penambahan, sambungnya, seiring lonjakan jumlah pasien yang meningkat signifikan maka hal tersebut tidak akan mencukupi kebutuhan saat ini.

“Tetap saja akan kedodoran mas, karena kita menerima pasien dari sewilayah tiga Cirebon,” ucapnya.

Edy pun membeberkan beberapa skenario terburuk, salah satunya apabila terjadi peningkatan jumlah pasien hingga lebih dari 120 persen. Maka pihaknya berencana untuk mendirikan rumah sakit lapangan.

Disisi lain, hal tersebut sulit terwujud. Karena menurutnya akan membutuhkan biaya besar, anggaran dari pemerintah disebutnya tidak ada.

“Jadi yang memungkinkan rumah sakit itu mengembangkan diri dan tiga hari lalu pak Sekda sudah merencanakan dimana ruang Prabu Siliwangi Rumah Sakit Gunung Jati itu ada 80 tempat tidur atau 4 lantai  disiapkan untuk covid semua. Sementara bagi pasien yang tidak terakomodir dilakukan isolasi mandiri dengan pengawasan ketat Puskesmas,” pungkasnya.

Penulis: Acep
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *