banner 728x250

Biarkan Bangunan Melanggar di Jl Kebagusan Raya Tetap Membangun, Kadis Diminta Copot Kasatpel Citata Pasar Minggu

  • Share

MEDIA TRANSPARANCY – Tiga unit ruko berlantai dua di Jl. Kebagusan Raya No 67, Kel. Kebagusan, Kec. Pasar Minggu, Kota Administrasi Jakarta Selatan yang diduga menyalahi aturan dalam membangun di DKI adalah salah satu bukti nyata ketidakmampuan Kasatpel Citata Kecamatan Pasar minggu dalam bekerja.

Hal tersebut disampaikan Ketua LSM Investigasi Fakta Hukum (Invakum), Jenry S kepada Media Transparancy, Rabu (18/8) ketika dimintai komentarnya seputar keberadaan bangunan melanggar tersebut.

judul gambar

“Salah satu tugas pokok Kasatpel Citata Kecamatan Pasar minggu adalah memastikan semua pelaksanaan membangun di wilayah hukumnya sesuai dengan aturan membangun di DKI,” ujarnya.

Jika masih ditemukan bangunan- bangunan melanggar, ungkapnya, menjadi dasar pertimbangan menilai dalam menjalankan amanah yang diberikan pemerintah.

“Data bangunan di Jalan Kebagusan Raya tersebut merupakan salah satu dari sekian  banyaknya bangunan melanggar di Kecamatan Pasar Minggu, yang merupakan bukti nyata ketidakmampuan Kasatpel Citata Pasar minggu menjalankan amanah yang diberikan pemerintah,” ungkapnya.

Jenry menyebutkan, bahwa keberadaan bangunan melanggar itu diketahui oleh Kasatpel Citata Pasar Minggu, tapi tidak melakukan tindakan sesuai aturan yang berlaku.

“Dari awal bangunan tersebut sudah melanggar, sehingga di segel. Tapi faktanya, segelnya hingga saat ini sudah dihilangkan. Anehnya, justru pihak Citata Pasar Minggu hanya ” memelototi” keberadaan bangunan tersebut,” tukasnya.

Untuk itu, agar tidak semakin meluasnya keberadaan bangunan melanggar, Jenry meminta agar Kadis Citata, Heru Hermawanto mengevaluasi jabatan Kasatpel Citata Pasar Minggu.

“Kita minta Kadis Citata, Pak Heru melakukan langkah tegas, melakukan evaluasi jabatan,  untuk meminimalisasi keberadaan bangunan melanggar di Kecamatan Pasar Minggu,” serunya.

Salah seorang pekerja dilokasi bangunan yang ditemui beberapa waktu lalu mengatakan, bahwa pihaknya membenarkan adanya papan segel dilokasi bangunan yang mereka kerjakan.

“Iya pak, tadinya disini ada tiga papan segel. Tapi tugas kami hanya sebagai pekerja pak,” ujarnya.

Ketika ditanya siapa yang mengambil papan segel itu, pekerja tersebut mengaku tidak mengetahuinya. “Kita tidak tau pak. Tau-tau papan segel itu sudah tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasatpel Citata Kecamatan Pasar Minggu, Agung hingga saat ini tidak bisa dikonfirmasi akibat “kebiasaan” memblokir WA media atau LSM yang melakukan konfirmasi.

Ketua Umum LSM Investigasi Fakta Hukum (Invakum), Jenry yang dimintai komentarnya seputar keberadaan bangunan melanggar tersebut mengatakan, bahwa adanya inkonsistensi dalam penegakan Perda di Jaksel berjalan setengah hati.

“Bangunan di Kebagusan Raya itu menjadi bukti nyata bahwa Perda membangun di Kecamatan Pasar Minggu tidak berlaku,” tuturnya.

Sementata itu, Kepala Dinas CKTRP DKI Jakarta, Heru Hermawanto yang dikonfirmasi menjawab akan menindaklajutinya ke Kasudin Jaksel.

“Saya akan tindaklanjuti ke kasudin,” tuturnya singkat. Anggiat

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *