banner 728x250

“BUAH SIMALAKAMA”

  • Share
Ket Foto: Bungaran Sitanggang SH.MH.

MEDIA TRANSPARANCY – Tim Transisi ,Bupati, Wakil Bupati terpilih Kabupaten Samosir menjadi buah bibir. Pasalnya, hanya di Kabupaten Samosir yang kepingan surga ini ada tim sejenis yang berackting Bupati mengundang pejabat Pemkab untuk paparan bidang tugasnya.

Ada memang daerah lain membentuk tim semacam ini, tetapi sekedar menyusun konsep tanpa memaksa OPD dan SKPD nya untuk hadir.

judul gambar

Vandiko Timoteus Gultom, Martua Sitanggang, Bupati dan Wakil Bupati terpilih kabupaten Samosir, dipastikan tidak membentuk Tim yang arogan ini. Mereka seperti tak mampu berbuat, ibarat “buah simalakama, dilarang mati Ibu, tidak melarang mati ayah”.

Vandiko-Martua, khususnya Martua mempunyai pengalaman yang tinggi dalam birokrasi pemerintahan. Hal yang tidak mungkin  meminta program dari SKPD (Satuan Kerja Perangkat Dinas) dan OPD (Organisasi Perangkat Desa). Diduga sengaja diciptakan oleh oknum Tim pemenangan Vandiko-Martua untuk mempertinggi peranannya dalam pemerintahan kedepan.

Mangindar Simbolon, yang juga mantan Bupati Samosir, menjadi Ketua Tim transisi. Ironisnya, itu pun dinilai masih di permasalahkan kinerjanya selama menjadi Bupati Kabupaten Samosir. Tidak hanya itu, juga dikait-kaitkan dengan masalah Hutan Tele yang kini masih dalam penyelidikan Kejaksaan Tinggi Medan.

Hal yang sama, Sekretaris Tim transisi, Megianto Sinaga, yang gagal menjadi anggota DPRD itu dinilai banyak kalangan masyarakat Samosir terlalu “over ackting” sejak tim pemenangan Vandiko-Martua dibentuk. Megianto memang menjadi kepala Pos di Sialanguan, Hotel Vantas milik Ober Gultom ayah dari Vandiko Gultom Bupati terpilih.

Hotel itu dibangun setelah Vandiko Timoteus Gultom resmi menjadi Balon Bupati Samosir awal tahun 2020. Inilah Posko utama kami, “kata salah satu anggota Tim Kecamatan Ronggur Nihuta, dengan membeberkan pengalaman pahitnya saat berhadapan diposko utama.

Timbul pertanyaan, setelah menjadi pemenang. “Semuanya menjadi pahlawan kata MS sembari mempertanyakan apa yang mereka kerjakan ?.

Duduk menjadi Tim pemenangan idealnya karena tertarik atas Visi dan Misi Balon  yang bersangkutan,  diharapkan mampu membangun kearah yang kebih baik, kendatipun  ada faktor x misalnya.

Diduga oknum ini mengagendakan rencana lain untuk masuk dalam Tim dengan maksud tertentu selain untuk membangun. Siapa dalang dibalik semuanya itu?.

Penulis: Hatoguan Sitanggang
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *