Home BERITA TERBARU Buka RNPK TAHUN 2018, Presiden Jokowi Tekankan SDM Yang Berkualitas dan Berinovasi

Buka RNPK TAHUN 2018, Presiden Jokowi Tekankan SDM Yang Berkualitas dan Berinovasi

299
0

DEPOK, lintas 10.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) secara resmi membuka Rembuk Nasional Pendidikan dan Kebudayaan (RNPK) tahun 2018 di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Jalan Raya Ciputat Parung, Bojongsari, Sawangan, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018) sore. Pada acara pembukaan turut mendampingi diantaranya Menko PMK Puan Maharani dan Mensesneg Pratikno.

Diawal sambutannya, Jokowi menegaskan, bahwa suatu negara yang maju ditopang dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), berinovasi, menjaga stabilitas sosial politik, serta mempratikkan tata kelola pemerintahan yang apik.

“Saya menggarisbawahi hal ini sebagai kekuatan yang akan memajukan suatu negara, walau negara maju itu tidak banyak memiliki sumber daya alam (SDA). Intinya, yang memajukan sebuah negara adalah SDM, dan ini tanggung jawab yang besar sekali, ada di pundak saudara-saudara yang hadir di sini,” kata Presiden Joko Widodo dihadapan sekitar 1.100 pemangku pendidikan baik pusat maupun daerah.

Presiden menegaskan, bahwa pentingnya posisi pendidikan yang berkualitas untuk menanamkan daya juang tinggi, membentuk karakter Pancasila, menanamkan nilai-nilai luhur, budi pekerti, mau belajar, berani berinovasi, serta kreatif.

“Itulah modal kita sebagai bangsa besar yang mampu memecahkan masalah-masalah di masyarakat, masalah di daerah, dan masalah kita semua, sekaligus mampu memenangkan kompetisi global,” ujarnya.

Pemerintah, lanjut Presiden, telah bekerja keras dan berusaha sekuat tenaga meningkatkan pelayanan pendidikan di semua daerah dan mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20 persen. “Dana pendidikan dari tahun ke tahun terus ditingkatkan dalam postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN),” katanya.

Karena itu, kata Presiden Joko Widodo, pemerintah berkomitmen untuk membenahi infrastruktur pendidikan agar memudahkan akses pendidikan ke masyarakat serta mengurangi anak-anak yang putus sekolah, yang salah satunya program Kartu Indonesia Pintar (KIP). “Melalui program Kartu Indonesia Pintar, kita ingin menjamin akses pendidikan untuk anak-anak yang kurang mampu. Dukungan anggaan pusat ke daerah terus ditingkatkan, dan tentu saja upaya kita meningkatkan kualitas guru dan infrastruktur,” kata Presiden.

Untuk mendukung itu semua, kata Presiden, pemerintah mengajak pemerintah daerah untuk membenahi infrastruktur pendidikan serta memotivasi pegiat pendidikan dan kebudayaan untuk berani melakukan terobosoan inovatif agar bisa merespons dinamika global yang berubah sangat cepat.

Yang tidak kalah penting, menurut Presiden Jokowi adalah pendidikan karakter dan budi pekerti yang bisa menjauhkan pelajar dari perbuatan yang tidak terpuji. “Kita juga ingin menegaskan bahwa anak-anak kita tidak boleh ketinggalan perkembangan ilmu dan teknologi, teknologi harus digunakan untuk memperkaya kebudayaan kita, memperkuat kearifan lokal,” jelasnya.

Tak ketinggalan, Presiden mengapresiasi pencapaian prestasi sains dan inovasi. Nantinya SDM yang mumpuni seperti pelajar yang berprestasi ini akan menopang perekonomian naional dan meningkatkan daya saing Indonesia.

Sementara itu, saat menyampaikan arahan kepada peserta RNPK 2018 Senin (5/2/2018) malam, Mendikbud, Muhadjir Effendy mengatakan, bahwa saat ini  pemerintah Kabinet Kerja menetapkan empat skala prioritas di bidang pendidikan, yakni memperluas akses, revitalisasi pendidikan advokasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan guru.

“Bapak Presiden sering kali menyampaikan bahwa dunia selalu berubah bahkan perubahannya semakin cepat. Karena itu, kita harus menyiapkan semuanya untuk mengantisipasi perubahan itu. Kurikulum harus siap berubah, guru juga harus siap berubah. Apapun yang terkait pendidikan, kita harus mengubah paradigma kita bahwa kita setiap saat harus siap berubah,’ jelas Mendikbud. (Ebenezer Sihotang)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here