banner 728x250

Butuh Keadilan, Krisman Akan Jumpai Presiden Dan Mahkamah Agung

judul gambar

SAMOSIR, mediatransparancy.com – Krisman Siallagan, warga Kelurahan Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir mengungkapkan keluh kesah yang dilaminya kepada Mediatransparacy di Pangururan pada hari Selasa 29 November 2022.

Keluhan yang dialaminya adalah persolan kasus perdata tanah yang dijalaninya mulai dari Pengadilan Negeri Balige, Pengadilan Tinggi, hingga Mahkamah Agung. Namun menurutnya, hakim Mahkamah Agung yang memutuskan perkara miliknya tidak berpihak kepada keadilan.

judul gambar

“Jika putusan yang diberikan hakim Mahkamah Agung atas nama Tuhan saya tidak akan terima sampai saya mati. Tapi kalau itu putusan atas nama setan, maka saya bisa terima,” ungkap Krisman dengan nada tegas.

Alasan Krisman Sialagan mengatakan itu karena Hakim Mahkamah Agung memutuskan kekalahan kepadanya, atas peninjauan kembali (PK), padahal dia sudah dimenangkan di Pengadila Negeri, Pengadilan Tinggi, dan Mahkamah Agung.

Lebih lanjut dijelaskanya, bahwa lawanya berperkara menggunakan data palsu untuk memenangkan perkara itu.

“Saya sudah melaporkan lawan saya ke pihak polisi karena menggunakan data palsu. Lawan saya terbukti bersalah dan dihukum dua tahun penjara,” katanya.

Menurut keterangan Krisman Siallagan, tanah yang diperkarakan itu berada di Parlimbatan, Kelurahan Tuktuk Siadong. Namun berubah menjadi Sosor Ambarita. Sementara di Kelurahan Tuktuk Siadong tidak ada yang namanya Sosor Ambarita berdasarkan surat yang dikelurkan oleh pihak pemerintah Kelurahan.

Akan tetapi, Sosor Ambarita berada di Desa Garoga, juga berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh pemerintah Desa Garoga.

Belum lama ini, Krisman Siallagan juga melakukan gugatan baru ke Pengadilan Negeri Balige, namun Hakim Pengadilan Negeri Balige memutuskan perkaran ini dengan ‘Ne Bis In Idem’ (perkara dengan obyek, para pihak dan materi pokok perkara yang sama, diputus oleh pengadilan dan telah berkekuatan hukum tetap baik mengabulkan atau menolak, tidak dapat diperiksa kembali untuk kedua kalinya).

Ia pun mengaku hampir putus asa. Karena ia menganggap keadilan tidak berpihak atas kebenaran yang dimilikinya. Ia mengalami banyak kerugian, karena kasus ini sudah bolak balik disidangkan di pengadilan, sehingga ia berencana mendatangi Istana Negara menjumpai Presiden, Mahfud MD dan ke kantor Mahkamah Agung untuk meminta keadilan. Jst

judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.