Home BERITA TERBARU Danang WS Berkomitmen Tingkatkan Investasi Pertanian dan Modernisasi Pemasaran

Danang WS Berkomitmen Tingkatkan Investasi Pertanian dan Modernisasi Pemasaran

124
0

SLEMAN, MEDIA TRANSPARANCY – Bakal Calon Bupati Sleman Danang Wicaksana Sulistya (DWS) dari Partai Gerindra mengunjungi kebun bibit pertanian milik E Dwi Kristianto di Kumendung, Candibinangun, Pakem, Sleman, Jumat (24/7). Dalam safari pertamanya sejak menyatakan siap untuk maju sebagai calon bupati, DWS memilih pertanian sebagai salah satu bidang yang harus digali.

“Saya akan berkenalan dan menggali ilmu langsung dari mas Anto ini. Kebetulan beliau adalah petani muda yang cukup sukses,” ungkap DWS.

Anto yang karib disapa Jiman menyambut kedatangan DWS dan mengajaknya berkeliling kebun cabe miliknya. Kepada DWS, Jiman menceritakan ihwal dirinya memulai agribisnis. Selain itu, Jiman juga menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha pertanian seperti dirinya.

Menurut Jiman, Sleman memiliki potensi pertanian yang sangat besar dan belum tergarap maksimal. Saat ini, dari data yang dimilikinya, setidaknya setiap KK warga Sleman di wilayah lereng Merapi memiliki setidaknya 1000 meter persegi lahan. Jika dimanfaatkan secara baik, sektor pertanian dapat mendukung kesejahteraan sekaligus menjaga lingkungan tetap asri.

“Kendala yang saya hadapi biasanya seputar overproduct saat puncak panen,” kata Jiman.

Menurut dia, saat puncak panen, cabai biasanya tidak terserap pasar. Kalaupun laku jual, harganya tidak cukup bagus dan petani akan merugi. Solusinya, sejumlah petani mengeringkan panenan dan menjualnya sebagai cabai kering saat harga membaik.

DWS mencatat uraian Jiman dan bertekad akan mencari jalan keluar untuk masalah-masalah pertanian. Selain itu, dia juga menyatakan, perlu ada modernisasi pemasaran. Sejauh ini, Jiman sudah memanfaatkan jejaring media sosial dan marketplace untuk memasarkan produknya. Namun tidak semua petani dapat melakukan hal seperti Jiman. DWS berharap di masa yang akan datang dapat intens berdialog dengan para petani, dan terlibat dalam mencari solusi.

“Potensi Sleman yang memiliki Merapi, dengan berkah kesuburannya, sebetulnya ideal untuk dibangun menjadi lumbung pangan,” kata DWS.

Menyelaraskan program food estate dari pemerintah pusat, DWS optimistis Sleman dapat turut ambil bagian. Selain upaya keras menarik investor bidang pertanian, Sleman perlu memfasilitasi para petani untuk mengakses pasar berbasis teknologi.

“Selain itu, perlu adanya upaya intensifikasi, menjaga lahan dari alih fungsi secara masif dan menyusun RTRW dengan cermat,” pungkas DWS.

Penulis : Alexander DionĀ 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here