Home Berita Terbaru Dandim 1207/BS: Perbedaan Merupakan Sumber Kekuatan Dahsyat

Dandim 1207/BS: Perbedaan Merupakan Sumber Kekuatan Dahsyat

44
0

PONTIANAK, MEDIA TRANSPARANCY

Perbedaan bukan untuk diperdebatkan. Perbedaan suku, agama, keyakinan, bahasa, kebudayaan dan lain sebagainya merupakan sumber kekuatan yang sangat dahsyat apabila diikat dan direkatkan dengan dasar negara kita Pancasila.

Hal ini disampaikan oleh Dandim 1207/Berdiri Sendiri, Kolonel Arm Stefie Jantje Nuhujanan, dalam sambutan yang dibacakan Kasdim 1207/BS, Letkol Inf Hardi Dharmawan pada acara Komunikasi Sosial Cegah Tangkal Radikalisme dan Separatisme, Kamis (22/8/2019) pagi, di aula Makodim 1207 /BS, Jalan Gusti Sulung Lelanang, Pontianak.

Dikatakan juga oleh Stefie, bahwa jauh sebelum negara ini merdeka, perbedaan memang sudah ada, sejak abad 14 jaman kejayaan kerajaan Majapahit sudah menggunakan semboyan yang diambil dari kitab Sutasoma ‘Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa’ Yang artinya berbeda beda tapi satu jua, tidak ada keraguan dalam kebenaran.

“Jangan mudah terprovokasi dengan berita hoaks yang sengaja dibuat untuk memecah belah bangsa. Isu SARA memang sangat sensitif dan sangat mudah untuk memancing ketersinggungan dan kemarahan pemeluknya,” tegas Stefie.

Untuk itu Dandim 1207/BS, Stefie mengajak kepada seluruh komponen masyarakat untuk bersatu sehingga pihak-pihak yang menghendaki Indonesia hancur akan sulit menembus persatuan dan kesatuan kita.

Diingatkan oleh Dandim 1207/BS karena perpecahan dan permusuhan diantara kita, Belanda berhasil menjajah selama 350 tahun dan Jepang 3,5 tahun.

“Dengan pertemuan dan silaturahmi ini hendaknya dapat dijadikan wahana untuk lebih mengakrabkan komponen bangsa, semua tokoh tokoh yang ada diseluruh lapisan masyarakat, khususnya diwilayah Kota Pontianak dan Kabupaten Kuburaya,” tuturnya.

Kegiatan Komunikasi Sosial cegah tangkal radikalisme dan separatisme merupakan salah satu metode Pembinaan Teritorial yang menjadi wahana untuk mencapai kesepakatan dan kesamaan persepsi tentang pemberdayaan wilayah pertahanan di darat kepada seluruh komponen bangsa termasuk tokoh masyarakat.

Komunikasi sosial cegah Tangkal Radikalisme dan sparatisme, lanjut Stefie, merupakan cara untuk menumbuhkan kepedulian serta kepekaan terhadap berbagai aspek di bidang geografi, demografi dan kondisi sosial.

Oleh karenanya agar dalam pelaksanaan komunikasi sosial tersebut dapat dilaksanakan dengan baik dan benar sesuai dengan yang diharapkan, maka seluruh tokoh masyarakat dan prajurit Kodim 1207/BS harus memahami pokok pokok penyelenggaraan kegiatan ini.

Kegiatan Komunikasi Sosial cegah tangkal radikalisme dan separatisme yang digelar Kodim 1207/BS dihadiri oleh tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh agama, tokoh adat, cendekiawan, mahasiswa dan pelajar dari Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. MT1

 

Sumber: (Pendam XII/Tpr)
alterntif text

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here