Home Berita Terbaru DANPUSTERAD KURBANKAN 3 EKOR SAPI DAN 11 KAMBING USAI SHOLAT IEDUL ADHA

DANPUSTERAD KURBANKAN 3 EKOR SAPI DAN 11 KAMBING USAI SHOLAT IEDUL ADHA

86
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM – Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Mayor Jenderal TNI Hartomo beserta segenap keluarga besar Pusterad menggelar Sholat Ied Berjamaah dilanjutkan pemotongan hewan kurban, bertepatan dengan Hari Raya Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1439 Hijriyah, berlangsung di Lapangan Upacara Mapusterad Jalan Setu Cipayung Nomor 27, Jakarta Timur pada, Rabu (22/8/ 2018) pagi.

Komandan Pusat Teritorial Angkatan Darat (Danpusterad) Mayor Jenderal TNI Hartomo ketika secara simbolis menyerahkan hewan qurban kepada panitia saat pelaksanaan hari raya Iedul Adha 1439 Hijriyah yang digelar di Markas Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Jl. Setu Cipayung Nomor 27, Jakarta Timur pada, Rabu (22/8)

Kyai Haji Drs. Aminullah Jayadi yang bertindak sebagai Khotib pada sholat tersebut mengajak para jamaah bertakbir dan Sholawat, agar kembali memaknai arti Iklas dalam kehidupan. “Yang dimana ikhlas juga mengandung arti meniadakan segala penyakit hati, seperti syirik, riya, munafik dan takabur dalam ibadah. Ibadah yang ikhlas adalah ibadah yang dilakukan semata-mata karena Allah SWT,” tuturnya.

Selain itu, lanjut Kyai, meski besar nilainya di mata manusia, amal tersebut tidak ada artinya di mata Allah bila tidak dibarengi dengan keikhlasan. “Namun, sekecil apa pun kebajikan itu di mata manusia, bila dibarengi dengan niat yang baik, maka sangat besar nilainya di hadapan Allah,” katanya.

Berdasarkan data yang dihimpun mediatransparancy.com, usai Sholat Iedul Adha dilanjutkan acara penyerahan dan pemotongan hewan kurban kepada panitia bertempat di lapangan volly Pusterad.

Dalam amanat sambutan tanpa teks, Danpusterad Mayor Jenderal TNI Hartomo mengatakan, Tradisi kurban dalam hari raya idul adha memiliki dua dimensi. “Pertama, makna qurban memiliki dimensi ibadah-spiritual dan kedua, makna qurban punya dimensi sosial sangat tinggi,” ungkapnya.

Dimensi ibadah dalam tradisi qurban, lanjut Danpusterad, sudah jelas menjadi bentuk ketaatan hamba kepada Tuhannya. “Ketaatan itu harus dilandasi dengan rasa ikhlas sepenuhnya, sehingga kita menjadi dekat dengan Allah. Hal inilah yang dimaksud qurban dalam pengertian ibadah, yakni qarib,” ujarnya.

Danpusterad melanjutkan, dimensi sosial dalam tradisi qurban sudah bisa dibaca dengan kasat mata bahwa ibadah qurban memberikan kesejahteraan kepada lingkungan sosial berupa daging kurban yang notabene hanya bisa dijangkau kalangan elite.

“Ini berlaku di desa, bukan di kota-kota yang memang sudah terbiasa makan daging. Dengan qurban dari perspektif sosial, ini menjadi bagian dari ketakwaan kita kepada Allah secara horizontal,” imbuh Danpusterad.

Jadi, Allah selalu memerintah hamba-Nya untuk selalu mengharmonisasikan antara ibadah vertikal (hablum minallah) dan ibadah horizontal (hablum minannas). Keduanya berjalan beriringan tanpa ada sekat dan harus senantiasa berdialektika, oleh karena itu bisa kita simpulkan bahwa arti qurban dalam tradisi idul adha memiliki dua makna. “Makna pertama merujuk pada kata qarib yang identik pada ibadah vertikal, dan arti qurban kedua merujuk pada makna kata udhhiyah atau dhahiyyah yang dilekatkan pada ibadah horizontal,” pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, hadir diantaranya Wakil Komandan Pusterad Brigjen TNI Joko Warsito, Sekretaris Pusterad Kolonel Inf Toto Nurwanto, Ir Pusterad, Para Staf Ahli, Para Direktur serta Komandan Satuan Intelijen Teritorial Pusterad Kolonel Inf. I Made Riawan, S.Psi. (Red).

 

Reporter : Ach Zark
Editor   : Hisar S

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here