Home NASIONAL Deregulasi Besar-Besaran, Fokus konsentrasi ada di sana

Deregulasi Besar-Besaran, Fokus konsentrasi ada di sana

214
0
Foto : Presiden Joko Widodo di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY),

Yogyakarta, Mediatransparancy.com – Presiden Jokowi pada pembukaan Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan, di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Kabupaten Bantul, DIY, Senin (23/5) kemarin, dalam acara yang diikuti sekitar 500 peserta itu, Presiden Jokowi mengemukakan, ada tiga hal yang harus dilakukan kalau kita ingin mengejar negara lain. Yang pertama, mempercepat pembangunan infrastruktur. Yang kedua deregulasi besar-besaran, dan pembangunan sumberdaya manusia. “Fokus konsentrasi ada di sana,” tuturnya.

Presiden juga menekankan, untuk maju dan menjadi bangsa pemenang kita perlu bersatu. Ia menegaskan, persatuan Indonesia adalah modal sosial kita untuk membawa kapal besar ini memenangkan kompetisi, memenangkan persaingan.

“Jangan mau kita di adu domba, jangan mau kita dipecah-belah untuk kepentingan yang sempit, untuk kepentingan yang sebetulnya tidak produktif bangsa kita,” tegas Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, musuh kita jelas kemiskinan dan keterbelakangan, ketertinggalan, dan kita sekarang ini pada posisi bersaing, berkompetisi dengan bangsa-bangsa yang lain. Untuk meraih kemajuan itu, Presiden mengajak semua komponen bangsa bersatu untuk bangkit menjadi bangsa pemenang.

Sebelumnya Presiden Jokowi juga menyinggung mengenai daya saing kita. Ia menyebutkan, di ASEAN saja Indonesia berada pada posisi yang nomor 4 di bawah Singapura, di bawah Malaysia, di bawah Thailand, posisinya nomor 4 dan nomor 37 secara global.

Kemudian kalau dilihat dalam kemudahan berusaha atau ease of doing business, lanjut Presiden, kita nomor 109 dari kurang lebih 180 negara. Nomor 109, sebelumnya kita nomor 120. Singapura nomor 1, Malaysia nomor 18, Thailand nomor 49, Vietnam nomor 90, Brunei Darussalam nomor 84. “Kalah semua kita dengan mereka,” ujarnya.

Apa yang menjadi persoalan dengan kita? Menurut Presiden, karena kita tidak berani melakukan perombakan besar-besaran di jajaran pemerintahan. Kita tidak berani melakukan perubahan aturan-aturan di dalam regulasi-regulasi yang ada.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menko PMK Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin, Ketua MPR Zulkifli Hasan, Gubernur DIY Sultan Hamengkubuwono X, dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Penulis : Aloysius Tedi/Rel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here