banner 728x250

Desy Mar Aurora Sinaga Korban Sindikat Dollar Palsu Harus Berurusan Palu Hakim

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Desy Mar Aurora Sinaga (20), karyawan mencari Klian nasabah di PT. Rifan Financial Berjangka (PT. RFB) berkedudukan di Bandung Jawa Barat, harus berurusan dengan meja persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) atas dakwaan jaksa dugaan pengedar uang palsu Dollar Amerika.

Desy didakwa jaksa penuntut umum Dodi Wicaksono, yang dibacakan jaksa pengganti Yonart, dengan pidana mengedarkan uang palsu dan ditangkap aparat Kepolisian Polres Jakarta Utara 14 September 2020. Kejadian tersebut setelah terdakwa berkenalan dengan Martin dan Abdul (DPO) warga Negara Nigeria, yang berniat akan berinvestasi di perusahaan Desy bekerja.

judul gambar

Dihadapan majelis hakim pimpinan DJuyamto SH MH, menurut jaksa, terdakwa ditangkap di jalan Danau Sunter Kelurahan Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara, saat berencana menukarkan 80 lembar uang pecahan 100 dollar di Save Money Changer, Sunter.
Dalam pangkapan tersebut aparat Kepolisian menemukan dolar US 166 lembar yang diduga palsu, kata jaksa di Pengadilan Negeri Jakarta Utara 2/12/2020.

Usai persidangan penasihat hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum Gerakan Cinta Indonesia (LBH-GRACIA) mengatakan, terdakwa Desy Aurora Sinaga merupakan bagian dari korban sindikat pengedar uang palsu oleh warga asing. “Ini merupakan tumbal dari peredaran Upal jaringan Internasional Warga Negara Asing (WNA).

“WNA yang merupakan bandar Upal biasanya mencari sasaran orang Indonesia dengan berbagai iming iming atau memberikan sesuatu. Seperti yang dialami terdakwa Desy hingga duduk di persidangan”, kata S Silalahi dan Renhard Sihombing.

Ditambahkan, penasihat hukum tidak membuat perlawanan Eksepsi atas dakwaan jaksa, sebab lebih baik fokus ke pembuktian siapa dan bagaimana terdakwa mendapatkan Upal tersebut. Terdakwa merupakan korban dalam hal ini sebab ada keterlibatan WNA namun tidak ditangkap aparat Kepolisian.

Berita Terkait: https://www.mediatransparancy.com/diduga-adanya-keterlibatan-wna-kapolres-jakarta-utara-diminta-adakan-gelar-perkara-terkait-penangkapan-ds-pengedar-dolar-palsu/

Terdakwa yang bekerja mencari nasabah di suatu perusahaan penanaman saham, menjadi terjebak atas rayuan pemilik dollar palsu yang diduga bernama Martin yang dalam hal ini telah dibebaskan oleh penyidik dan Abdul (DPO). Terdakwa yang berhubungan chating WhatsApp atau FB melalui Handphon, dengan Martin sempat ditangkap aparat Kepolisian Polres Jakarta Utara, namun dilepas dengan alasan Martin tidak ada kaitannya dengan Desy.

“Dollar US yang dipegang terdakwa merupakan pemberian dari Martin melalui Abdul yang diterima di wilayah Kemayoran NGK Jakarta Pusat. Sehingga dalam perkara ini, seharusnya aparat Kepolisian menangkap Martin dan menyeret ke persidangan, bukan memenjarakan korban Desy”, ujar LBH Gracia.

Dalam hal ini kiranya majelis hakim yang mengadili dan memeriksa berkas perkara terdakwa Desy, kiranya memiliki naluri dari sisi kemanusiaan dan fakta persidangan untuk menghukum terdakwa. Sebab dari hasil penangkapan terdakwa, jelas jelas uang palsu tersebut adalah milik Martin dan Abdul yang dengan sengaja mengorbankan terdakwa Desy”, ucap penasihat hukum terdakwa.

Penulis : P.Sianturi
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *