Home Berita Terbaru Didakwa atas tindak pidana Pasal 378  jo Pasal 55 Pasal 372...

Didakwa atas tindak pidana Pasal 378  jo Pasal 55 Pasal 372 jo. Pasal 55 ayat 1 KUHP Permata Nauli Daulay Terancam Kurungan 4 Tahun Penjara

39
0

JAKARTA, MEDIATRANSPARANCY.COM –Sidang perkara penipuan dengan terdakwa Permata Nauli Daulay kembali di gelar di pengadilan negeri jakarta utara 02/04/19 dengan agenda keterangan saksi.

Jaksa penuntut umum (JPU) Irfano SH, Terdakwa Permata Nauli Daulay didakwa dengan dakwaan alternatif atas tindak pidana sebagaimana yang dimaksud dalam Pasal 378  jo Pasal 55 ayat 1 ke-1  KUHP atau Pasal 372 KUHP jo. Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP karena Terdakwa Permata Nauli Daulay selaku Kurator telah menerima transfer uang dari Hiendra Soenyoto Rp 10 miliar namun tidak melaksanakan pekerjaan sebagaimana yang tertuang dalam perjanjian.

Pada persidangan sebelumnya, Majelis Hakim menolak eksepsi atas dakwaan Jaksa penuntut umum dan dilanjutkan dengan acara pemeriksaan saksi-saksi.

Jaksa penuntut umum Irfano SH telah hadirkan 3 saksi guna didengar keterangannya dipersidangan, masing-masing Hiendra Soenjoto (pelapor) Hengky Soenyoto (yang mentransfer uang)

Dihadapan Ketua Majelis Hakim Didik Wuryanto, saksi Hiendra Soenjoto menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya, yang mana berawal adanya perjanjian kesepakatan kerja antara saksi Hiendra Soenjoto dengan Tonny Almansyah.

“Namun pada akhirnya yang menerima uang untuk kesepakatan itu adalah terdakwa Permata Nauli Daulai, “ujar saksi Hiendra.

Terdakwa Permata Nauli Daulay telah menerima uang secara tunai sebesar Rp 10 miliar dengan perincian Rp 1,5 dua kali, Rp 2 miliar sekali dan Rp 5 miliar sekali yang jumlah keseluruhan Rp 10 miliar.

Hiendra menyebutkan melalui media aplikasi whatsapp (WA), pada tanggal 11 April 2018, 13 April 2018, 25 April 2018, dan 26 April 2018, dia meminta terdakwa Permata Nauli Daulay untuk kirimkan kwitansi atau tanda terima uang, termasuk tanda terima tanggal 27 Pebruari 2018 yang akan dibawa kepada Investor, tanda penyerahkan uang Rp 5 miliar kepada Terdakwa Permata Nauli Daulay.

Terdakwa Permata Nauli Daulay (memakai rompi merah) didampingi tim kuasa hukumnya

Bahwa pada tanggal 15 April 2018, kira-kira pukul 18.00 WIB, Fariq Libarani Shandi menemui Hiendra Soenjoto di Hotel Sunlake, Sunter, Jakarta Utara dan Fariq Libarani Shandi menyerahkan Kwitansi atau Tanda Terima Tertanggal 27 Pebruari 2018 tersebut kepada Hiendra Soenjoto.

Bukti bukti penyerahan uang itu diperlihatkan saksi Hiendra dipersidangan. Dan hal itu diakui terdakwa. Namun terdakwa mengaku bahwa uang itu adalah untuk jasa sebagai kurator.

Atas pernyataan terdakwa, Ketua Majelis hakim Didik Wuriyanto mengatakan agar pernyataan itu nanti disampaikan saat pemeriksaan terdakwa.

“Saudara terdakwa, saat ini masih Pemeriksaan saksi-saksi. Apakah yang dikatakan saksi ini benar atau tidak ? Itu aja. Jika salah dimana yang salah? Keberatannya nanti tuangkan dalam pledoi, ok,” ucap Hakim Didik.

Kemudian saksi Hengky Soenyoto menjelaskan bahwa yang melakukan transferan Rp 5 miliar itu adalah dirinya. “Saya yang mentransfer uang itu pak hakim. Saya transfer dari Surabaya,” ujarnya.

reporter:Niko

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here