banner 728x250

Diduga Dianiaya Sesama Tahanan di Rutan, MKC Harus Peroleh Keadilan

  • Share

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Tersangka kasus dugaan penistaan agama Muhamad Kosman alias Muhammad Kece diduga dianiaya sesama tahanan Bareskrim Polri di rutan.

Namun, polisi mengindikasikan Muhammad Kece tidak mengalami luka yang parah sehingga tetap berada di Rutan Bareskrim Polri.

judul gambar

“Nggak (dibawa ke klinik), yang bersangkutan masih di tahanan,” ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono saat ditemui beberapa waktu lalu.

Rusdi menjawab pertanyaan mengenai bagaimana kondisi Muhammad Kece setelah dianiaya.

Rusdi membeberkan semua tahanan selalu mendapat perawatan kesehatan di dalam rutan, sehingga Muhammad Kece tetap berada di dalam rutan.

“Semua dilayani kesehatannya. Tetap ada di Rutan Bareskrim Polri,” ucapnya.

Sebelumnya, Muhammad Kece membuat laporan ke Bareskrim Polri bahwa dirinya dianiaya di dalam rutan.

Muhammad Kece mengaku mendapat penganiayaan dari sesama tahanan di Bareskrim Polri. Polri segera melakukan gelar perkara untuk menentukan tersangka penganiayaan.

“Kasusnya adalah pelapor melaporkan bahwa dirinya telah mendapat penganiayaan dari orang yang saat ini jadi tahanan di Bareskrim Polri,” ujar Rusdi Hartono.

Laporan polisi (LP) Muhammad Kece terdaftar dalam LP bernomor LP:0510/VIII/2021/Bareskrim pada tanggal 26 Agustus 2021 atas nama Muhamad Kosman.

Rusdi mengatakan Bareskrim telah menindaklanjuti laporan Kece itu. Sejauh ini, polisi telah memeriksa tiga saksi.

“Sudah ditindaklanjuti laporan polisi ini. Telah memeriksa tiga saksi. Kemudian juga mengumpulkan alat-alat bukti yang relevan,” tuturnya.

Sementara itu, mantan Kepala Pusat Kajian Strategis TNI, Junias L Tobing yang dimintai komentarnya seputar kondisi yang dialami Muhammad Kece mengungkapkan, bahwa sebagai warga negara harus diperlakukan sama dimata hukum.

“Sebagai warga negara, dia (Muhammad Kece-red) berhak mendapat keadilan,” ujarnya.

Dikatakannya, diluar proses hukum yang saat ini diterima Muhammad Kece, rasa kemanuasiaan harus dikedepankan.

“Saya tidak berbicara masalah kasus yang menimpa yang bersangkutan, dan saya juga tidak sedang membahas masalah agama. Tapi rasa keadilan harus diterima sama semua warga negara Indonesia,” ungkapnya.

Ditambahkannya, kita harus memahami apa itu paradigma dan juga filosofi.

“Tolong dipahami apa itu paradigma dan apa itu filosofi. Paradigma dan filosofi pemahamannya sama. Itu adalah cara memahami kita hidup, dimana kita hidup. Sekarang kita hidup di Indonesia, jadi kita harus mahami kehidupan di Indonesia itu seperti apa,” paparnya. Red

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *