banner 728x250

Diduga Jadi ‘Bancakan’ KPK Diminta Telisik  Pelaksanaan Proyek Pembangunan Bronjong Aek Silang di Humbahas

  • Share

TRANSPARANCY – Proses pelaksanaan pembangunan bronjong Aek Silang, Kecamatan Baktiraja, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara ditenggarai tidak sesuai kontrak. Berbagai kalangan menilai, bahw proyek tersebut salah proyek ‘bancakan’ antara oknum pejabat Kementerian PUPR, yang dalam hal ini pihak BWS Sumut maupun pihak rekanan.

Hal tersebut disampaikan Ketua Umum LSM KIPAS di Kantor Kementerian PUPR Republik Indonesia, Kamis (23/4). Dikatakannya, bahwa pelaksanaan proyek tersebut penuh aroma permainan.

judul gambar

“Kita mensinyalir, itu proyek dijadikan bancakan oleh oknum para pejabat Kementerian PUPR maupun kontraktor,” ujarnya.

Dikatakannya, bahwa material batu yang dipergunakan untuk proyek tersebut sebahagian besar diambil dari kali dan bukit sekitar lokasi proyek.

“Bahan material batu proyek tersebut diambil dari kali, yang seharusnya dari supplier,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, jelas Redol, bahwa pengikat kawat bronjong juga menjadi perhatian.

“Terjadinya banjir pada beberapa waktu yang lalu, salah satu penyebabnya adalah kurang kuatnya pengikat kawat bronjong, sehingga tidak mampu menahan arys air,” tuturnya.

Hal lain yang tidak kalah menariknya, sebut Redol adalah masalah Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Pemborong tidak menggunakan K3 secara maksimal dan benar. Padahal, areal proyek sangat berbahaya,” sebutnya.

Ditambahkan Redol, bahwa lemahnya pengawasan mengakibatkan proyek dikerjakan asal-asalan.

“Pengawasan lemah, pekerjaan tidak profesional, sehingga pekerjaan amburadul,” terangnya.

Untuk itu, pihaknya meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan penyelidikan.

“Kita minta KPK turun gunung untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut, karena kuat dugaan ada permainan antara pihak rekanan dengan pihak pemberi kerja. Kita akan bantu dengan suplay data,” tuturnya.

Seperti yang audah diberitakan sebelumnya, untuk mengatasi permasalahan banjir yang sering kali terjadi akibat luapan air sungai ketika musim penghujan datang, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran sebesar 18 miliar lebih untuk pembangunan bronjong Aek Silang yang dikerjakan oleh PT Kartika Indah Jaya.

Pada tahun 2020, kegiatan ini kembali dilanjut dengan anggaran sebesar Rp 11 miliar lebih yang dikerjakan oleh PT Leo Makmur Jaya.

Pada tahun anggaran 2021, Kementerian PUPR kembali menggelontorkan anggaran sebesar. Rp 13 miliar lebih untuk melanjutkan pembangunan bronjong Aek Silang, yang dikerjakan oleh PT Permata Karya Kencana.

Ironisnya, pelaksanaan pekerjaan pembangunan bronjong tersebut ditenggarai tidak sesuai kontrak yang sudah disepakati.

Sementara itu, salah satu pihak kontraktor pelaksana, Budi Banjarnahor yang dikonfirmasi terkait pelaksanaan pekerjaan Bronjong Aek Silang tetsebut tidak mau menjawab secara secara rinci. Bahkan yang bersangkutan mengaku wartawan dan LSM.

Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumut hingga berita ini ditayangkan tidak ada yang mau menjawab konfirmasi Media Transparancy.

Penulis: Anggiat S
judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *