Home DAERAH Diduga Selewengkan Dana Banprov, Mantan Kades Susukan Segera di Periksa

Diduga Selewengkan Dana Banprov, Mantan Kades Susukan Segera di Periksa

219
0
Foto : iLustrasi

Bogor, Mediatransparancy.com – Masih minimnya pengetahuan para aparat ditingkat desa dalam resiko dan tugas sebagai aparat Desa.

Seperti halnya yang terjadi kali ini adanya Program dana peradaban desa yang dikucurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat sebesar Rp.1 miliar pada tahun 2012 lalu, hingga kini belum ada laporan pertanggungjawaban (LPj).

Diduga, dana tersebut telah diselewengkan oleh Yana Suryana selaku mantan Kepala Desa (Kades) Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor beserta ‘kroninya’.

Dari informasi yang diperoleh mediatransparancy.com, bahwa dana tersebut dikucurkan melalui dua termin yakni sebesar Rp.600 juta di termin pertama dan Rp.400 juta ditermin kedua.

Dana sebesar itu untuk pengembangan budidaya jamur, mendirikan agen sembako dan stokies online, warnet dan rental komputer, usaha digital printing plus, pembangunan kantor Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) betonisasi jalan, pembangunan gedung Puskesmas Pembantu (Pustu) dan rehabilitasi Masjid diwilayah desa susukan.

Kades Susukan Irfan Syahrizal yang juga adik kandung dari mantan Kades Susukan Yana Mulyana ketika dikonfirmasi mediatransparancy.com beberapa waktu lalu mengakui, jika desa yang dipimpinnya pernah mendapat bantuan dana dari program dana peradaban desa yang diberikan oleh Pemprov Jabar.

Namun demikian, dirinya tidak mengetahui secara detail karena program tersebut saat dirinya belum menjabat sebagai kepala desa.

“Memang sampai sekarang belum ada LPj dari program dana peradaban desa. Kalau yang termin pertama sudah selesai, tetapi yang bermasalah waktu yang termin kedua. Sudah pernah saya mengundang seluruh orang-orang yang terlibat dalam pengelolaan dana tersebut untuk membuat laporan pertanggungjawaban, tetapi sampai sekarang belum juga dibuat dengan berbagai alasan,” kata Irfan Syahrizal, kemarin.

Ia juga mengakui, jika dana yang digunakan, menurut keterangan para penggunanya, ada yang dipakai pribadi untuk biaya berobat.

“Sampai sekarang pembangunan Pustu masih terbengkalai, dana Rp 60 juta kepakai sama A.W Bahrudin selaku ketua pembangunan untuk biaya berobat,” dirinya akui.

Dana peradaban juga digunakan untuk membeli tanah seluas 200 meter yang terletak di Rw 05, tanah seluas 200 meter dibeli seharga Rp450 ribu permeter dengan total Rp 90 juta untuk gedung Pustu.

Irfan menambahkan, persoalan dana bantuan provinsi program peradaban desa yang terjadi di desa Susukan tersebut kini tengah ditangani penyidi Reskrimsus Polres Depok.

“Sekarang sedang ditangani Polres Depok, saya juga sudah dimintai keterangan,” cetusnya.

Penulis : Agus Kusuma/Agus Rianto.
Editor : Safid Firdaus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here