banner 728x250

Diduga Terjadi Penyelewengan, Kejari Doloksanggul Diminta Usut Penyaluran Dana BOS TA 2020 di SMPN1 Pakkat

  • Share

HUMBAHAS, mediatransparancy.com – Penggunaan dan penyaluran Dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) di SMP Negeri 1 (satu) Pakakt, Kecamatan Pakat, Kabupaten Humbang Hasundutan tahun ajaran 2020/2021 diduga menjadi ajang korupsi bagi kepala sekolah tersebut.

Sesuai data yang diperoleh, ditemukan ada beberapa kejanggalan dalam penyaluran dana BOS tersebut. Dimana yang diterima pada tahap pertama sejumlah Rp. 192.060.000, tidak disalurkan, padahal proses belajar mengajar tetap berlangsung.

judul gambar

Pada tahap kedua, sekolah yang memiliki siswa 675 orang tersebut kembali mendapat dana untuk Biaya Operasional Sekolah senilai, Rp. 256.080.000 dan ditambahakan dengan dana sisa tahap pertama sehingga berjumlah Rp. 192.060 dan pengalokasiannya untuk penerimaan peserta didik baru, kegiatan pembelajaran dan extrakulikuler, kegiatan asesmen/evaluasi pembelajaran, pengembangan perpustakaan, berlangganan daya dan jasa, pembayaran honorer, penyediaan alat multi media, pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sehingga total dana yang diterima pada tahap kedua Rp.448.140.000 dan jumlah dana yang disalurkan senilai Rp. 418.150.800, sehingga terdapat sisa dana Rp. 29.989.200.

Pada tahap ketiga terjadi lagi pencairan dana sebesar Rp. 186.450.000 dan total dana yang disedia pada tahap tiga sebesar Rp. 216.439.200 setelah ditambahkan dengan sisa dana pada tahap kedua.

Adapun dana yang dipergunakan pada tahap ketiga sebanyak Rp. 148.029.200 sehingga dana tersebut memiliki sisa sebesar Rp. 68.347.000 dan penyaluranya sesuai dengan nomenklatur tahap kedua.

Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Pakkat, Annoben Panjaitan yang dikonfirmasi lewat telepon selulernya, mengakui kebenaran data tersebut. “Benar pak datanya,” jawabnya singkat.

Ditanya lebih lanjut mengenai penggunaan dana tersebut, disebutkannya telah digunakan sesuai juknis. “Sdh digunakan sesuai juknis,” ungkapnya.

Annoben juga mengakui bahwa ada Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) dan sudah disetorkan kembali ke rekening BOS sekolah. “Ada pak. Silpa dana tersebut di kembalikan ke rek BOS sekolah,” sebutnya tanpa merinci berapa jumlah dana yang dikembalikan.

Ketika dipertanyakan bukti pengembalian dana BOS tersebut, Annoben menyebutkan datanya berada di sekolah. ”Ada pak, semuanya disekolah. Pas lagi ada pekerjaan, mauliate,” jawabnya.

Annoben yang ditanya waktu pencairan dana BOS tahap pertama, kedua dan ketiga, tidak lagi mau menjawab.
Bahkan yang bersangkutan langsung memblokir nomor WhatsApp Wartawan Mediatransparancy.com.

Adapun sisa dana pada tahap ke tiga pada penyaluran dana BOS pada tahun 2020 sesuai data yang diperoleh sebesar Rp. 68.347.000.

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.