banner 728x250

Diduga Tidak Sesuai Spek, Inspektorat DKI Diminta Periksa Proyek Drainase Sudin SDA Jaktim di Pisangan Baru Tengah

  • Share

MEDIA TRANSPARANCY – Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Timur melaksanakan kegiatan Pekerjaan Konstruksi Saluran Jalan Pisangan Baru Tengah I, Kelurahan Pisangan Baru, Kecamatan Matraman anggaran 2021 dengan kode rekening 5.2.04.02.01.0008.

Proyek pekerjaan pemasangan U-Ditch tersebut dikerjakan PT Duta Kreasi Indah, dengan konsultan PT Danureksa Sarana Cipta.

judul gambar

Namun, hasil monitoring yang dilakukan Media Transparancy di lokasi pekerjaan, ditemukan beberapa kejanggalan seperti pemasangan U-Ditch yang tidak menggunakan lantai kerja.

Selain itu, sisi kiri kanan U-Ditch ditutupi dengan tanah ataupun puing, bukan coran.

Tak kalah menarik, pihak pemborong yang memasang banner sebagai media informasi keberadaan proyek tersebut tidak mencantukan besaran anggaran proyek yang sedang dikerjakan.

Salah seorang warga sekitar lokasi proyek menyebut, bahwa pekerjaan pemasangan U-Ditch tersebut tidak sesuai spek.

“Secara kebetulan saya ini juga seorang kontraktor yang biasa mengerjakan pemasangan U-Ditch, saya lihat pekerjaan ini tidak pas, karena tidak memakai lantai kerja. Sebab,  lantai kerja harus dilakukan yang berfungsi sebagai penahan U-Ditch agar tidak bergeraj ketika tanah bergeser,” ujarnya, dengan meminta identitasnya dirahasiakan.

Selain itu, ungkapnya, rongga antara U-Ditch dengan dinding saluran seharusnya dicor.

“Sisi kiri kanan rongga dinding saluran dengan U-Ditch seharusnya dicor agar lebih kuat dan tahan lama, bukan ditimbun tanah bekas galian,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasudin SDA Jaktim, Santo maupun anak buahnya, Tengku Saugi kompak memilih bungkam, seakan yidak mau tau dan tudak peduli dengan pekerjaan lapangan.

Menanggapi pelaksanaan pekerjaan drainase Sudin SDA yang disinyalir tidak sesuai spek tersebut, Ketua LSM Gerakan Cinta Entitas Indonesia (Graceindo), Sudirman yang dimintai komentarnya, Sabtu (21/8) mengatakan, bahwa jika dikerjakan tidak sesuai spek proyek tersebut gagal kontrak.

“Ada kesepakatan antara rekanan dengan pihak Sudin SDA Jaktim yang disepakati dalam sebuah kontrak. Jika perjanjian dalam kontrak tidak dijalankan keseluruhan, proyek tersebut gagal kontrak,” ucapnya.

Dikatakan Sudirman, pihak Sudin SDA Jaktim jangan sampai meremehkan kesepakatan yang sudah tertuang dalam kontrak.

“Yang lazim terjadi di Sudin Jaktim, apa yang dikerjakan itu yang dibayarkan. Padahal, untuk melaksanakan pekerjaan tersebut, ada konsultan, ada pengawas internah, ada PPHP, jika masih ada yang tidak sesuai spek, berarti ada unsur kesengajaan untuk memperoleh keuntungan pribadi maupun kelompok,” katanya.

Ditambahkannya, jika pekerjaan tersebut dilaksanakan tidak sesuai dengan yang sudah disepakati dalam RAB, Sudin SDA Jaktim selaku penyedia, wajib menjalankan aturan yang berlaku.

“Jika tidak sesuai spek, Sudin SDA Jaktim harus bongkar ulang itu pekerjaan, atau stop. Jika hal itu tidak dilakukan, berarti mereka bersekongkol,” sebutnya.

Pihaknya meminta Inspektorat DKI untuk turun ke lokasi pekerjaan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh. Anggiat S

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *