banner 728x250

Digampong Matang Seulimeng Kota Langsa Oknum Petugas PT. PLN UP3 Langsa Langgar SOP “Putuskan Sambungan dan Bongkar kWh Listrik Tanpa Koordinasi dengan Pelanggan Memprihatinkan”

judul gambar

“Petugas PLN Tidak Perlu Bersikap Arogan Kepada Masyarakat Yang Notabenenya Adalah Sebagai Pelanggan, Apalagi Didapati Kondisi Pelanggan Terlihat Secara Nyata Sangat Memprihatinkan, Berharap Sangat Agar Petugas PLN Senantiasa Dapat Melayani Masyarakat Dengan Baik Sebagai Pelanggannya. Sebab, Tindakan Arogan Petugas (Oknum), Apalagi Perusahan Berplat Merah, Tentunya Akan Berdampak Negatif Bagi Masyarakat, Jadi, Jangan Semena-mena, PLN Juga Butuh Masyarakat, Demikian Pula Sebaliknya”

KOTA LANGSA, mediatransparancy.com – Seorang warga masyarakat di Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, tepatnya warga Gampong Matang Seulimeng menyayangkan sikap oknum petugas PT PLN (Persero) UP3 Langsa UTW Aceh yang terkesan arogan ketika melakukan pemutusan aliran listrik di rumah pelanggan, Tindakan sejumlah oknum pegawai PLN tersebut dinilai beringas serta tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika melakukan pemutusan aliran listrik di rumah-rumah warga selaku pelanggan yang telah menunda pembayaran selama 2 (dua) bulan.

judul gambar
Tampak Ibu Fat, Istri Muslim HS Pelanggan Memprihatikan PT. PLN Persero UP3 Langsa, Terbaring Tak Berdaya Lantaran Menderita Sakit DM (Darah Manis) Tepat Diruang Tamu Rumahnya di Lorong Bahagia, Dusun I TPI, Gampong Matang Seulimeng, Kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Sabtu, 24 Februari 2024.

“Mereka (petugas PLN) terkesan bertindak sewenang-wenang dan tidak memiliki etika juga sama sekali tidak memandang dimensi sosial yang sedang terjadi di lapangan saat menjalankan tugas, Betapa tidak, didapati oknum petugas PLN Persero UP3 Langsa UPW Aceh yang tidak di ketahui identitasnya mendatangi rumah saya selaku pelanggan pagi tadi dengan membawa Surat Pemberitahuan Pelaksanaan Pemutusan Sementara Sambungan Tenaga Listrik, benar memang saya sedang tidak berada di rumah, yang ada istri saya terbaring di ruang tamu karena sedang menderita sakit DM (darah manis), akan tetapi mengapa mereka dengan tega langsung mengambil sikap dengan tanpa memberitahukan kepada keluarga saya yang lain atau minimal tetangga terlebih dahulu, Ironisnya, langsung mengambil tindakan dengan memutuskan aliran listrik, ketika pemilik rumah sedang tidak berdaya, terbaring sakit,” Papar Muslim HS. warga lorong bahagia, Dusun I TPI, Gampong Matang Seulimeng, kecamatan Langsa Barat, Kota Langsa, Sabtu, 24 Februari 2024, Pagi.(lihat gambar red).

Lebih lanjut dikatakannya, ia mengaku sangat kecewa dengan tindakan pihak PLN karena memutuskan aliran listrik tanpa pemberitahuan terlebih dahulu kepada dirinya selaku kepala keluarga.

Ket Fhoto : Tampak Dilokasi Rumah Muslim HS, kWh Listrik Telah Terbongkar.

Padahal, pemberitahuan PLN akhir pembayaran listrik adalah tanggal 20 dan juga wajib pemberitahuan secara langsung kepada pelanggan yang bersangkutan secara jelas, akan tetapi saat ini selain pendapatan perekonomian keluarga sedang merosot, istri saya juga sedang sakit yang pastinya juga dapat dilihat oleh petugas PLN ketika tiba di rumah saya, Sungguh sangat luar biasa kinerja mereka dengan langsung mencopot KWH listrik dirumah saya, terang Muslim.

Lanjutnya kembali, Saat aliran listrik dirumah saya diputuskan, saya sedang berada di luar untuk mengais rezeky buat istri dan anak-anak, Saya akui memang ada keterlambatan tagihan listrik dua bulan berjalan, hanya saja hingga kemarin petang saya belum mendapatkan Rezeky untuk melakukan pelunasan tersebut, Baru sekira pukul : 10.00 WIB hari ini Allhamdulillah sudah saya mendapatkan rezeky untuk biaya pelunasan tunggakan rekening listrik tersebut dan langsung segera terselesaikan dengan semestinya, imbuh Muslim HS selaku pelanggan PT. PLN Persero UP3 Langsa UPW Aceh seraya menunjukkan Struk Pembayaran Tagihan Listrik yang telah lunas.

Struk Pembayaran Tagihan Listrik (Tunggakan Pelunasan Rekening Listrik Selama Dua Bulan (Januari-Februari) Sebesar Rp. 193, 510,000. (Seratus Sembilan Puluh Tiga Lima Ratus Sepuluh Ribu Rupiah).

Diwaktu yang berbeda hal senada juga disampaikan Syamsul (om cung) selaku tetangga Muslim HS, Ia menyebut memang benar tadi ada datang petugas PLN melakukan pencopotan KWH Listrik, padahal pintu depan rumah terbuka dan tentunya petugas juga dapat melihat kondisi istri Muslim di dalam rumah, tentunya kita sebagai manusia pasti memiliki jiwa sosial terhadap sesama apalagi sedang mengalami musibah, seperti yang sedang dialami keluarga Muslim HS,

Menurutnya, petugas PLN tidak perlu bersikap arogan kepada masyarakat yang notabenenya adalah sebagai pelanggan, apalagi didapati kondisi pelanggan yang terlihat secara nyata sangat memprihatinkan, Ia berharap petugas PLN dapat melayani masyarakat dengan baik sebagai pelanggannya. Sebab, kata dia, tindakan arogan oleh petugas apalagi perusahan plat merah tentunya akan berdampak negatif bagi masyarakat, Jadi, jangan semena-mena, PLN juga butuh masyarakat, begitupun sebaliknya, kata Syamsul (om cung) mengakhiri.

Jelas nyata adanya, Apa yang di utarakan Muslim HS dan Samsul (om cung), didapati istri Muslim HS seorang pelanggan PT. PLN Persero UP3 Langsa sedang terbaring tak berdaya di dalam rumah karena mengalami sakit DM, tampak jelas balutan Medis berad di kaki sebelah kanan dan juga didapati KWH Listrik telah di bongkar, ketika mediatransparancy.com kroscek ke Lokasi yang telah diputuskan sambungan aliran tenaga listrik oleh oknum petugas PT. PLN Persero UP3 Langsa UPW Aceh sekira pukul : 10.53 WIB.

Sementara itu, Manager PT. PLN UP3 Langsa UPW Aceh, Indradi Pratama belum berhasil di Konfirmasi terkait akan hal tersebut hingga rilis berita tiba di meja redaksi.

Writer: Jefry Boy Isny
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published.