Home BERITA TERBARU Dihadapan Hakim Pemilik Salon Kecantikan Illegal Mengaku Tidak Tahu Harus Miliki Ijin...

Dihadapan Hakim Pemilik Salon Kecantikan Illegal Mengaku Tidak Tahu Harus Miliki Ijin Usaha

152
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Terdakwa Long Na, pemilik salon kecantikan Nana Eyebrow Beauty Indonesia, ngaku tidak mengerti harus memiliki ijin usaha membuka kegiatan Kesehatan di Indonesia.

Terdakwa warga negara Tiongkok itu mengakui bahwa usahanya salon kecantikan mata yang dibuka di Pantai Indah Kapuk (PIK) Penjaringan Jakarta Utara, belum mengantongi ijin dan akan segera mengurus ijinnya.

Hal itu disampaikan terdakwa Long Na di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, pimpinan Ponto didampingi hakim anggota Dodong dan Sarwono, pada saat agenda pemeriksaan terdakwa 16/07/20.

Terdakwa yang tidak mengerti bahasa Indonesia dan didampingi penerjemah Anton Lie itu mengatakan, Longna sejak tahun 2015 bekerja dengan bos lain di PIK tapi bukan alamat sekarang. Setelah dua tahun bekerja di Medan, kembali lagi ke Jakarta, lalu coba usaha sendiri dan sekitar dua tahun lalu baru sewa tempat untuk usaha. Sekarang tinggal bersama suami di Cengkareng.

Dihadapan majelis hakim terdakwa mengaku memiliki Visa kerja yang digunakan untuk usaha, yang dibantu adiknya yang juga jadi terdakwa dengan berkas perkara yang sama di Pengadilan Negeri Jakarta Utara.

Dalam menjalankan usahanya, hakim menanyakan, apa saja kerja yang biasa dilakukan terdakwa, apakah kegiatan usaha Kesehatannya menggunakan obat bius atau alat bedah, terdakwa Long Na menjawab hanya sulam alis, bikin lipatan mata, bibir dan kuku.

“Tidak pernah gunakan bius, hanya berikan vitamin yang biasa untuk oles dibagian yang dikerjakan. Vitamin yang bisa di beli bebas dipasaran”, ujarnya.

Hakim Pontoh juga menanyakan,
apakah terdakwa ada memberikan obat untuk di minum pasien, terdakwa menjawab tidak pernah. Dalam melaksanakan kegiatan kesehatannya LongNa dibantu terdakwa Dongsaowei adik kandung LongNa, yang juga memiliki Visa kerja datang ke Indonesia.

Hakim juga mempertanyakan sertifijat keahlian bidang kersehatan kecantikan yang dimiliki terdakwa. LongNa menjawab sertifikatnya ada tanda lulus yang dikeluarkan dari negara Tiongkok tapi tidak dibawa kepersidangan, tinggal dirumah. Atas perbuatannya tersebut terdakwa LongNa mengaku dan menyesal dihadapan majelis dan jaksa penuntut umum, “menyesal”, katanya.

Sebelumnya dakwaan jaksa Zaenal menyebutkan, terdakwa dituduhkan membuka usaha salon kesehatan Kecantikan, tanpa ijin di Pantai Indah Kapuk, sehingga disidangkan, atas laporan warga.

Menyikapi hal itu majelis hakim menyarankan agar terdakwa segera mengurus surat ijin usahanya. Sebab di Indonesia membuka usaha harus memiliki ijin yang lengkap”, kata Hakim sembari menunda persidangan.

Penulis : P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here