TOBA, MediaTransparancy.com – Pekerjaan proyek Dinas PUPR Kabupaten Toba di Desa Parparean, Kabupaten Toba terus menuai sorotan miring dari kalangan masyarakat Kabupaten Toba. Bagaimana tidak, proyek yang berlokasi persis di kampung halaman Bupati Toba tersebut dikerjakan acakadul. Pada badan jalan tidak ada perekat atau pengunci batu (aspal), sehingga hancur dan rusak.
Akan tetapi, setelah menjadi sorotan dan perhatian masyarakat luas, proyek amburadul tersebut akhirnya diperbaiki.
Walau telah dilakukan perbaikan terhadap kerusakan pekerjaan proyek tersebut, namun dugaan adanya niatan untuk merampok APBD lewat proyek tersebut tak terhindarkan.
Hal tersebut disampaikan Sekjen LSM Gerakan Cinta Indonesia (LSM GRACIA), Hisar Sihotang ketika dimintai komentarnya terkait pelaksanaan pekerjaan proyek tersebut.
“Setiap jengkal kerusakan dalam pengerjaan proyek tersebut hanya bertumpu pada pola pengawasan yang dilakukan. Jika pengawasannya dilakukan baik dan benar, hasilnya pasti akan baik. Sebaliknya, jika pengawasannya hancur, hasilnya pasti hancur,” ujarnya.
Dikatakannya, untuk pelaksanaan pekerjaan proyek Lapen Aspal di Desa Parparean, Kabupaten Toba, pengawasan yang dilakukan tidak memiliki mutu sama sekali.
“Pengawasan yang dilakukan dalam
Salah seo oleh Dinas PUPR Kabupaten Toba dalam pelaksanaan kegiatan tersebut adalah hancur, sehingga hasilnya juga hancur,” sebutnya.
Hisar mengatakan, bahwa kemungkinan kontraktor melakukan kecurangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut sangat tipis.
“Mereka (kontraktor-red) sangat tidak ada kemungkinan mau mencuri dengan cara mengurangi volume pekerjaan jika diawasi. Jika itu terjadi (mencuri) mereka dipastikan bersekongkol,” tuturnya.
Hisar mengatakan, bahwa kejadian ini merupakan momentum bagi Bupati Toba untuk melakukan evaluasi terhadap para pejabat Dinas PUPR Kabupaten Toba.
“Ini momentum yang sangat baik untuk bupati Toba untuk melakukan bersih-bersih pejabat di tunuh Dimas PUPR Kabupaten Toba. Copot Plt Kadis maupun PPK,” ungkapnya.
Hisar mengatakan, bahwa proyek jalan tersebut ingin dijadikan ‘Kelinci’ percobaan untuk merampok APBD Kabupaten Toba lewat proyek tersebut.
“Tujuan ssungguhnya adalah ingin merampok uang negara lewat proyek tersebut. Namun gagal karena ketahuan, lalu dilakukan perbaikan,. Namun, niat buruk itu sudah terancang sejak awal,” ungkapnya.
Plt Kepala Dinas PUTR Kabupaten Toba, Gurnianto Simangunsong yang kembali dikonfirmasi MediaTransparancy.com mengatakan kalau jalan tersebut sudah diperbaiki.
“Maaf saya kan sudah WA kan foto perbaikannya. Konfirm ke PPK nya aja, saya lagi rapat di Dinas BM Provsu,” sebutnya.
Sementara itu, PPK proyek tersebut, Untung Sirait yang dikonfirmasi MediaTransparancy.com lebih memilih cuek dan tidak mau tau.
Penulis: Redaksi















