Home BERITA TERBARU Dinas Bina Marga Prov DKI Jakarta Telantarkan Fasum Jadi Lahan Parkir Illegal

Dinas Bina Marga Prov DKI Jakarta Telantarkan Fasum Jadi Lahan Parkir Illegal

225
0

JAKARTA, MEDIA TRANSPARANCY – Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta dinilai tidak becus memelihara dan mengurus lahan aset nya sehingga terlantar dan di kuasai oknum tertentu jadi lahan bisnis parkiran.

Lahan ratusan meter yang terletak di Jalan Percetakan Negara Raya, atau yang sering disebut Jembatan serong di Kelurahan Rawa Sari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat itu, saat ini telah dijadikan lahan parkir Illegal, oleh pemilik kendaraan truck ekpesisi.

Menurut Awaluddin (60) warga Cempaka Putih, tadinya diatas lahan kosong tersebut berdiri sejumlah rumah tinggal. Lahan yang merupakan Fasilitas Umum (Fasum) peruntukan jalan dan jalur hijau itu, sekitar empat tahun lalu Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, jaman Wali Kota dipimpin Mangara Pardede melakukan penertiban terhadap bangunan liar diatasnya. Namun, lahan dibiarkan kosong oleh Dinas Bina Marga selaku pemilik aset.

Sementara, kini di kepemimpinan Walikota Jakarta Pusat, Bayu Meghantara dan Wakilnya Irwandi, lahan tersebut dibiarkan berubah fungsi menjadi tempat penitipan atau parkir truk ekspedisi. Ntah ijin dari siapa, dan dibayar kepada siapa, yang jelas kenyataannya lahan itu sudah berubah fungsi yang ditengarai menjadi lahan bisnis oleh oknum tertentu.

“Dinas Bina Marga Prov DKI Jakarta dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat, bertahun tidak memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan umum, walau saat itu bersusah payah melakukan penertiban dengan mengeluarkan anggaran penertiban”, kata Awaluddin, 11/05.

Menurut warga, Pemerintah diharapkan memanfaatkan lahan tersebut untuk kepentingan umum. “Jikalau tidak di fungsikan untuk jalan, lebih baik di tanam saja pepohonan atau taman supaya lingkungan jadi hijau”, ujarnya.

Menyikapi penguasaan lahan aset itu, Lurah Rawasari, M.Arief Biki, pada wartawan mengatakan, pihaknya sudah berulang kali bersurat ke Sudin Bina Marga dan Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta, yang intinya meminta supaya memanfaatkan lahan tersebut. “kami akan mengirim surat lagi supaya Dinas terkait mengamankan aset itu”, ucapnya 11/05.

Sementara pihak Sudin Bina Marga Jakarta Pusat, Rakim tidak memberikan komentar saat diminta tanggapannya melalui WhatsApp nya.

Penulis : P.Sianturi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here