banner 728x250

Dinilai Arogan HS Dipolisikan

  • Share

MEDIATRANSPARANCY -Pihak kepolisian diminta memproses lelaki yang nampak membawa senjata api yang terselip dipinggang saat memarahi sejumlah penghuni apartemen city garden cengkareng jakarta barat, Kamis 22/7/21.

Peristiwa kericuhan tersebut sempat viral dalam vidio berdurasi 30 detik yang sempat beradar di medsos dan status di aplikasi WhatsApp.

judul gambar

Dalam video tersebut terlihat seorang lelaki mengenakan baju hitam sedang berargumen dengan sejumlah penghuni apartemen dan wartawan. Lelaku tersebut nampak membawa Senjata Api yang terselip dipinggangn yang disinyalir untuk untuk menakut nakuti sejumlah penghuni apartemen city garden dan wartawan.

Menurut informasimsi yang dihimpun oleh wartawati mediatransparancy perseteruan itu bermula dari sejumlah penghuni Apartment yang merasa keberatan dengan biaya parkir kendaraan yang dinilai terlalu mahal.

Pungutan tarif parkir yang dinilai terlalu mahal tersebut tanpa adanya komunikasi atau pemberitahuan kepada penghuni maupun pengelola Apartement city garden.

Bukti laporan Polda Metro Jaya terhadap HS

Atas peristiwa tersebut HS dilaporkan oleh sejumlah penghuni apartement ke SPKT Polda Metro Jaya dengan laporan Nomor:LP/B/3611/VII/2021/SPKT POLDA METRO JAYA terkait penghinaan dan atau penyalahgunaan senjata Api sebagaimana diatur dalam Pasal 310 KUHP dan atau Pasal 1 (1) UU Darurat No.12 Tahun 1951.

Kepada wartawan, Puguh SH yang mendampingi Shera Luciana melapor ke Polda Metro Jaya tersebut mengatakan.”Klien saya sudah melaporkan HS Ke Krimum Polda Metro Jaya, Sudah jelas bahwa Video viral di medsos terlihat seorang pria dengan nada keras telah membentak beberapa warga penghuni apartemen dengan memperhatikan senjata Api yang terselip dipinggang.

Awalnya para penghuni Apartement tersebut berniat menanyakan terkait Izin perparkiran didalam lingkungan apartemen city garden. Klien kami datang ke lokasi secara Baik-baik kepadw Vendor. Namum bukanya mendapatkan perlakuan baik Klien kami dibentak dengan nada keras,”ujar Puguh SH kepada wartawan.

Atas terjadinya kericuhan antara penghuni dan vendor, Sedikitnya 400 penghuni dari total 600 penghuni telah menandatangani
petisi penolakan adanya pengelolaan parkir di City Garden yang dinilai telah memberatkan para penghuni.

Kapada wartawan salahsatu penghuni Apartement City Garden bernama Shera Luciana mengatakan, “Tarif parkir Rp. 350.000 untuk mobil dan Rp 175.000,. Belum termasuk kartu member ke vendor dirasa sangat memberatkan warga.”ujar Shera Luciana.

Saat dikonfirmasi Shera Luciana Didampingi Penasihat Hukumnya

Warga penghuni Apartement City Garden berharap dengan adanya pelaporan Ke Polda Metro Jaya kedepannya tidak ada lagi pungutan parkir yang dinilai sangat memberatkan warga, Terlebih disaat pandemi covid-19 serta dimasa PPKM saat ini.

Warga penghuni Apartment City Garden juga berharap agar Dishub membuka palang parkiran, Sehingga akses Jalan menjadi terbuka semuanya, Sehingga akses jalan masuk berpusat dipintu masuk.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan aplikasi WhatsApp terkait adanya laporan terhadap dirinya, HS tidak berkomentar apapun, HS hanya mengatakan,” udahlah saya gak mau komentar Bang.. sudah clear Bang,”ujarnya.

Penulis : Putri

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *