Home Berita Terbaru DIREKTUR LEMBAGA KAJIAN ISLAM DARUL FATTAH : MAKNA JIHAD YANG SESUNGGUHNYA

DIREKTUR LEMBAGA KAJIAN ISLAM DARUL FATTAH : MAKNA JIHAD YANG SESUNGGUHNYA

104
0
Kegiatan Talk Show (Halaqoh Nasional) yang diselenggarakan Lembaga Kajian Islam Darul Fattah dengan tema “Reaktualisasi Jihad untuk Kebangsaan” dimulai dengan menyanyikan lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang digelar pada, Selasa (20/2/2018) di Islamic Center Kota Bekasi

KOTA BEKASI, MEDIATRANSPARANCY.COM – Halaqoh Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Islam (LKI) Darul Fattah dengan mengusung tema “Reaktualisasi Jihad untuk Kebangsaan” yang digelar di Islamic Center, Aula gedung KH. Noer Alie lantai 2 jalan A. Yani Bekasi Selatan, Kota Bekasi Jawa Barat berjalan lancar dan sukses pada, Selasa (20/2/2018) siang.

Direktur Lembaga Kajian Islam Darul Fattah sekaligus selaku moderator, Ahmad Soleha, M.Lc yang dalam amanat sambutannya mengatakan bahwa pengertian jihad adalah sangat luas definisinya. “Hal ini harus benar-benar dipahami oleh semua pihak agar tidak terjadi salah paham antar umat beragama khususnya agama Islam dengan agama lainnya di Indonesia,” tuturnya.

“Karena akhir-akhir ini banyak pihak yang menganggap bahwa jihad merupakan sebuah tindakan yang radikal dan bahkan di sebut dengan aksi terorisme oleh kaum non muslim hal tersebut pastilah menyudutkan seluruh kaum Islam dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam umat Islam arti kata jihad pun harus dicerna dengan baik agar kita sebagai umat Islam tidak menyalah artikan kata tersebut yang dampaknya justru akan menjadi buruk dan tidak sesuai syariat Islam khususnya jihad,” ujarnya.

Dalam pemaparannya tersebut, Achmad Soleha juga menjelaskan secara detail makna dari jihad itu sendiri. Menurutnya kata jihad di ambil dari bahasa Arab yaitu kata juhdun yang berarti sebuah “kekuatan” dan jahada yang berarti sebuah “usaha” yang jika dijelaskan berarti pengertian dari jihad adalah sebuah usaha untuk mencapai jalan kebenaran sesuai yang diyakini dengan seluruh kemampuan dan kekuatan diri.

Soleha juga berharap para narasumber mampu memberikan pemahaman jihad dengan arti yang sesungguhnya. Diharapkan mampu menyampaikan kepada masyarakat secara elegan, dapat dipahami serta diimplementasikan secara luas kedepannya.

“Fenomena media sosial (Medsos) yang sangat luar biasa saat ini, dan kita dituntut mampu memanfaatkan medsos dengan sebaik-baiknya jangan sampai menjadi musibah serta membawa kita malah tersandung hukum. Pada prinsipnya dalam kesempatan ini, pihak penyelenggara berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik,” pungkasnya.

Terpantau mediatransparancy.com, tampak hadir Direktur Lembaga Kajian Islam (LKI) Darul Fattah, Achmad Soleha, M.Lc, dengan narasumber diantaranya, Profesor Dr. Masykuri Abdillah, Direktur Pasca Sarjana (Guru Besar) UIN Syarif hidayatullah, serta Dr. Imdadun Rahmat selaku Peneliti keislaman LKI Darul Fattah, dan Dr. Fatkhuri Wahmed dari Pengasuh Ma’had Al Bahrain, alumnus Iraq.

Prof. Dr. Masykuri Abdillah Direktur Pasca Sarjana (Guru Besar) UIN Syarif hidayatullah menjadi pembicara pertama dalam talk Show pada kesempatan kali ini. Dilanjutkan paparan tentang makna dan definisi jihad dari segala sisi yang disampaikan oleh Dr. Imdadun Rahmat selaku Peneliti keislaman LKI Darul Fattah yang juga menjabarkan aksi-aksi jihad yang menyimpang.

Diantara yang dijelaskan Imdadun terkait faham Takfiris, adalah aspek-aspek purifikasi meliputi isyu anti khurafat, bid’ah, tarekat sufi, dan taklid kepada imam-imam madzhab makin mengeras. “Bahkan, Salafi Takfiri berpendapat bahwa para pelaku bid’ah dan para pendosa besar telah murtad, keluar dari Islam dan wajib diperangi, hal ini yang harus diwaspadai,” paparnya.

Penyerahan plakat penghargaan secara simbolis yang diberikan oleh Direktur Lembaga Kajian Islam (LKI) Darul Fattah, Achmad Soleha, M.Lc, serta diterima langsung oleh Profesor Dr. Masykuri Abdillah, Direktur Pasca Sarjana (Guru Besar) UIN Syarif hidayatullah (tengah), serta disaksikan Dr. Imdadun Rahmat selaku Peneliti keislaman LKI Darul Fattah (kedua dari kanan), dan Dr. Fatkhuri Wahmed dari Pengasuh Ma’had Al Bahrain, alumnus Iraq (paling kanan) usai acara. 

“Sebenarnya Arti secara implementasinya jihad adalah memenuhi kebutuhan hak umat manusia secara menyeluruh,” ungkap Dr. Imdadun Rahmat.

Testimoni penutup disampaikan Pengasuh Ma’had Al Bahrain, Dr. Fatkhuri Wahmed. Kegiatan acara kajian Reaktualisasi Jihad untuk Kebangsaan tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab dan penyerahan plakat penghargaan secara simbolis oleh Direktur LKI Darul Fattah kepada para narasumber.(*)

Reporter : Ach Zark
Editor : Ahmad Z

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here