banner 728x250

Dituntut 12 Tahun,Vonis 6 Tahun, Mantan Sekertaris Mahkamah Agung Nurhadi Dapat Discount Dari Hakim Tipikor

  • Share

Jakarta,mediatransparancy.com – Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, pimpinan sidang Saifuddin Zuhri, hanya memvonis 6 tahun penjara serta denda 500 juta rupiah, Subsidair 6 bulan penjara terhadap mantan Sekretaris Mahkamah Agung Republik Indonesia (MA RI) Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono.

Putusan majelis hakim Tipikor tersebut, Jauh lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum Tipikor Lie Putra Setiawan, Yang sebelumnya telah menuntut terdakwa Nurhadi terkait kasus suap dari Direktur Utama PT. Multicon Indrajaya Terminal (PT.MIT) Hendra Soenyoto, selama 12 tahun penjara, denda 1 miliar rupiah subsidair 6 bulan kurungan. Sementara menantu Nurhadi yang juga menjadi terdakwa (Rezky Herbiyono) Dituntut selama 11 tahun penjara ditambah denda 1 miliar subsider 6 bulan kurungan. Dalam tuntutan Nurhadi dan Rezky juga dituntut untuk membayar uang pengganti senilai total Rp83,013 miliar.

judul gambar

Kedua terdakwa dituntut karena diduga menerima suap sebanyak 45,726 milliar rupiah dari Hiendra Soenyoto, serta menerima gratifikasi untuk pengurusan perkara sebesar 37,287 miliar rupiah, kata jaksa dalam tuntutannya.

Tuntutan jaksa Penuntut kandas dipalu hakim yang hanya memvonis kedua terdakwa separuh dari tuntutannya. Dalam pertimbangan putusan majelis hakim sama, Dengan penuntut umum yang mengatakan perbuatan kedua terdakwa dinilai tidak mendukung program pemerintah tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. Majelis hakim juga menyebutkan, Bahwa perbuatan kedua terdakwa tidak ada kerugian negara. Terkait penerimaan gratifikasi yang dilakukan bukan uang negara, Namun uang pemberian dari yang berperkara sehingga terhadap kedua terdakwa tidak dibebankan yang pengganti. Majelis tidak sependapat dengan penuntut umum yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan membayar uang pengganti sebesar 83 miliar rupiah.

Atas putusan majelis hakim, jaksa penuntut umum langsung menyatakan  Banding. Sementara kedua terdakwa mengatakan pikir pikir, “ujarnya kepada wartawan, Usai mendengarkan vonis majelis hakim Tipikor 10/3/2021.

Penulis : P.Sianturi

judul gambar
  • Share
judul gambar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *